Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Puskesmas Pajarakan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menutup semua pelayanan untuk sementara waktu selama sepekan sejak Jumat (11/9) 2020 karena ada tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas setempat yang positif terpapar COVID-19.

"Penutupan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, sehingga perlu dilakukan sterilisasi dan disinfeksi sehubungan dengan adanya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica di Probolinggo, Sabtu.

Ia menjelaskan pelayanan ditutup kecuali pelayanan rawat jalan dan penutupan akan dilakukan selama satu pekan ke depan sehingga pelayanan UGD, rawat inap dan persalinan di Puskesmas Pajarakan dialihkan ke puskesmas terdekat.

"Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo telah melakukan upaya pelacakan secara luas dan mendalam serta dilakukan pemeriksaan tes usap kepada seluruh karyawan di Puskesmas Pajarakan yang berjumlah 60 orang," katanya.
Bupati Probolinggo, Jatim Hj P Tantriana Sari, SE dalam tangkapan layar Youtube saat memberikan penjelasan mengenai COVID-19. (FOTO ANTARA/HO-siagacovid19.probolinggokab.go.id)


Pelacakan dan pemeriksaan tes usap, kata dia, juga dilakukan kepada kontak erat keluarga dari tenaga kesehatan positif tersebut dan setelah semua hasil tes usap dari karyawan Puskesmas Pajarakan dinyatakan negatif, maka pelayanan akan dibuka kembali.

"Tenaga kesehatan yang positif COVID-19 itu diduga tertular dari keluarganya yang sebelumnya terkonfirmasi positif, namun kondisi tenaga kesehatan tersebut saat ini dalam keadaan sehat," katanya.

Tenaga kesehatan di Puskesmas Pajarakan yang positif terpapar COVID-19 tersebut sudah diisolasi di rumah sehat karena termasuk orang terkonfirmasi asimtomatik (tanpa gejala).

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo hingga Sabtu malam tercatat jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 629 orang dengan keterangan 138 warga masih dirawat dan menjalani isolasi, sebanyak 459 kasus sembuh dan 32 kasus meninggal dunia, demikian Dewi Vironica ​​​​​​.

Baca juga: Probolinggo ditetapkan zona merah, setelah tiga warga positif COVID-19

Baca juga: Anggota-pegawai positif, DPRD Probolinggo-Jatim disemprot disinfektan

Baca juga: Seorang anak tenaga kesehatan di Probolinggo positif COVID-19

Baca juga: Tenaga kesehatan terinfeksi, positif COVID-19 di Probolinggo jadi 10