Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah Haris Sadikin mengajak para jurnalis berimbang dan proporsional menyampaikan informasi perkembangan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Saat ini kita telah masuk dalam tahapan pilkada. Untuk itu wartawan harus memberi perlakuan sama dalam pilkada. Berimbang dan proporsional sesuai kode etik jurnalistik," kata Haris di Palangka Raya, Rabu.

Dia juga mengajak para jurnalis dan media massa di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila" itu selalu menyajikan berita politik yang membangun dan membangun opini positif di tengah situasi politik.

"Saat ini akan muncul banyak informasi-informasi yang bergulir liar. Untuk itu kita juga memiliki tanggung jawab untuk menangkal dan menjernihkan hal isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, kenyamanan bermasyarakat," kata Haris.

Baca juga: PWI minta media netral pada Pilkada DKI

Haris juga meminta setiap jurnalis di provinsi setempat selalu melakukan klarifikasi dan pengecekan data terhadap berbagai sumber yang menjadi bahan dalam pemberitaan.

Pernyataan itu diungkapkan dia saat membuka acara pelatihan jurnalisme siber bertema menjadikan jurnalis yang profesional, taat dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan untuk tercapainya pembangunan daerah.

Sementara itu, pada pelatihan itu para peserta juga mendapatkan materi tentang pedoman pemberitaan ramah anak yang salah satunya tidak mengungkapkan identitas korban, pelaku kejahatan di bawah umur.

Baca juga: Wagub Jatim: Media massa berperan memberikan pendidikan politik

"Secara umum pedoman dalam membuat berita ramah anak ini ada 12 poin yang harus selalu dijunjung tinggi dan dijalankan para jurnalis. Jangan sampai karya kita bermasalah hanya karena kura memahami kode etik dan pedoman pemberitaan," katanya.

Untuk itu Haris pun meminta para jurnalis di provinsi setempat selalu mengembangkan kemampuan secara mandiri memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini.

Acara yang dilaksanakan di salah satu hotel di Palangka Raya itu diikuti 30 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti menjaga jarak fisik dan menggunakan masker selama kegiatan.

Baca juga: Mappilu-PWI ingatkan potensi munculnya "abuse of power" di Pilkada