Seoul (ANTARA) - Saham-saham Korea Selatan berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, karena aksi jual asing setelah membukukan kenaikan dua hari berturut-turut, dengan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) jatuh 1,1 persen atau 26,10 poin, menjadi menetap di 2.375,81 poin.

Indeks KOSPI naik 0,74 persen atau 17,69 poin menjadi 2.401,91 poin pada Selasa (8/9), setelah menguat 0,67 persen atau 15,97 poin menjadi 2.384,22 poin pada Senin (7/9), rebound dari penurunan1,15 persen atau 27,65 poin menjadi 2.368,25 poin pada Jumat (4/9).

KOSPI bergerak ke wilayah negatif sepanjang sesi setelah saham-saham AS melemah semalam dan investor asing melepas saham-saham domestik.

Volume perdagangan mencapai 929,2 juta saham senilai 15,2 triliun won (12,8 miliar dolar AS), berkurang dibandingkan sehari sebelumnya dengan volume transaksi 965,9 juta saham senilai 17 triliun won (14,3 miliar dolar AS).

Sementara itu, mata uang lokal berakhir pada 1.189,1 won terhadap greenback, melemah 2,7 won dari tingkat penutupan perdagangan Selasa (8/9). Ini menandai penurunan pertama mata uang Korea Selatan dalam tiga hari karena permintaan yang kuat untuk aset yang aman.