Jambi (ANTARA) - Syarif Fasha secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari bursa pencalonan Gubernur Jambi tahun 2020, Minggu.

Pernyataan sikap tidak ikut serta dalam kontestasi pemilihan Gubernur Jambi tahun 2020 disampaikan Syarif Fasha di ruang pola rumah Dinas Wali Kota Jambi di hadapan pendukung dan simpatisannya.

"Kami bersama pak Asafri Jaya Bakri mulanya terpanggil untuk mengabdi dalam ruang lingkup yang lebih luas, maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur Jambi, namun dalam perjalan nya terjadi dinamika, baik yang bersifat politis dan non politis dan kami sepakat untuk tidak ambil bagian dalam pesta demokrasi ini," kata Syarif Fasha menjelaskan.

Baca juga: Berbusana Melayu Jambi, Cek Endra-Ratu Munnawaroh daftar ke KPU Jambi
Baca juga: Pilkada Jambi, dukungan Partai Berkarya untuk Al Haris dianulir KPU
Baca juga: Pengamat: Pilkada di Tanjabtim berpeluang lawan kotak kosong


Salah satu alasan non politis yang disampaikan Syarif Fasha yakni terkait kondisi kesehatan putra bungsu-Nya yang menurun dan harus menjalani perawatan serius di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Sementara itu terkait nama beliau yang masuk dalam tim pemenangan salah satu bakal calon Gubernur Jambi, Ia mengucapkan terima kasih. Namun secara kelembagaan ia menyatakan akan bersikap netral.

"Kalaupun secara pribadi saya akan mendukung kepada salah satu kandidat, tidak akan kami sampaikan di depan umum," kata Syarif Fasha.

Kepada simpatisan dan pendukungnya, Syarif Fasha menyampaikan untuk tetap mengikuti pesta demokrasi di Provinsi Jambi. Dan terkait dengan simpatisannya, Fasha tidak mengarahkan dukungan kepada salah seorang kandidat. Fasha memberikan kebebasan kepada pendukungnya untuk memilih kandidat yang diyakini.

"Terkait dukungan simpatisan tidak bisa memaksa untuk tidak golput dan tidak menganjurkan untuk golput, jadi saya serahkan kepada masyarakat," kata Syarif Fasha.