Jakarta (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat digitalisasi di beberapa ibu kota kabupaten seluruh Indonesia untuk memastikan konektivitas dan akses informasi dapat diperoleh secara merata oleh masyarakat guna menuju masyarakat digital Indonesia yang berdaya saing global.

“Telkom kembali melakukan memodernisasi infrastruktur telekomunikasi sejumlah ibu kota dengan menyediakan jaringan 100 persen berbasis fiber optic. Kali ini, modernisasi jaringan digelar di kota Madiun dan kini menjadi Modern Broadband City,” kata Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Peresmian Madiun Modern City ini dilakukan di Balai Kota Madiun, Rabu (2/9), dihadiri Walikota Madiun Maidi, Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarkodan Direktur Consumer Service Telkom, FM Venusiana R.

Baca juga: HUT RI ke-75, Telkom wujudkan kedaulatan RI melalui telekomunikasi

Sebelumnya, di tengah pandemi COVID-19 dua kota yang baru saja menjadi kota modern karena telah dilengkapi jaringan telekomunikasi berbasis 100 persen fiber optic, yaitu Kediri dan Tulungagung.

“Modernisasi jaringan ke fiber optic menjadi landasan penting dalam penyediaan layanan digital baik digital platform maupun service. Dengan demikian berbagai aktivitas pemerintah kota ini dapat dilakukan serba digital,” kata Herlan.

Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Telkom untuk meningkatkan kualitas layanan ICT bagi masyarakat serta mempercepat terwujudnya digitalisasi Indonesia, yang merupakan komitmen Telkom untuk menyediakan infrastruktur digital yang berkualitas dan andal untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal, regional, dan nasional.

Walikota Madiun Maidi mengatakan dengan Modern Broadband City ini, ke depan pelayanan Pemkot Madiun akan lebih baik untuk warga dan dapat memajukan pelaksanaan pembangunan Kota Madiun.

Baca juga: Telkom tutup Blanja.com, ingin fokus kembangkan e-commerce B2B

Meski dihadapkan pada kondisi pandemi COVID-19, Herlan mengatakan bahwa Telkom tetap mengoptimalkan operational jaringan, salah satunya fiberisasi untuk mendukung broadband experience pelanggan TelkomGroup yang beraktivitas di rumah.

“Setidaknya ada kenaikan trafik layanan selama diberlakukannya work from home (WFH) sekitar 1,5 tera byte per detik (Tbps) yang tumbuh sebesar 18 persen dengan komposisi trafik domestik dan global adalah 52 persen dan 48 persen,” jelas Herlan.

Hingga kini, Telkom telah memodernisasi jaringan di berbagai kota maupun provinsi di Indonesia, sebanyak 270 Modern Broadband City dan 761 T-Cloud, serta telah melakukan shutdown di 1.234 Sentral Telepon Otomat (STO).

Baca juga: Rencana investasi di Gojek, Telkom: Kami terbuka untuk bersinergi

Baca juga: Telkom tutup Blanja.com, Indef: Strategi baru raih peluang besar