Warsawa (ANTARA) - Polandia akan melarang penerbangan dari 46 negara, termasuk Prancis dan Spanyol, mulai 2 September, demikian menurut rancangan peraturan yang dipublikasikan pada Kamis (27/8).

Penutupan penerbangan itu dilakukan saat Polandia bergulat dengan peningkatan penularan corona, virus penyebab penyakit COVID-19.

Kebijakan itu diambil seiring dengan pembatasan yang kembali diberlakukan pada kehidupan masyarakat di beberapa bagian negara itu, yang paling buruk terkena dampak virus corona.

Pemerintah berupaya mengatasi penyebaran virus tanpa menerapkan karantina wilayah secara nasional.

"Karena ancaman penyebaran infeksi virus SARS CoV-2, maka perlu menggunakan hak untuk menerapkan larangan lalu lintas udara ... untuk meminimalkan ancaman terhadap kesehatan masyarakat," demikian bunyi peraturan itu.

Pada Maret, Polandia menutup perbatasannya dan menangguhkan penerbangan dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona.

Negara itu secara progresif melonggarkan pembatasan pada kegiatan masyarakat. Pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran semua dibuka kembali pada Mei.

Maskapai nasional Polandia PLL LOT melanjutkan penerbangan internasional pada 1 Juli, hampir empat bulan setelah menghentikannya.

Negara-negara lain yang terkena dampak larangan tersebut adalah tujuan-tujuan wisata populer di Montenegro dan Kroasia, juga Romania, Amerika Serikat, Israel, Meksiko, dan Brazil.

Polandia telah melaporkan 64.689 kasus baru COVID-19 dengan 2.010 kematian.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kasus corona di Polandia melonjak menjelang pelonggaran aturan
Baca juga: Ukraina, Polandia tutup sekolah antisipasi penyebaran corona
Baca juga: Cegah penularan COVID-19, Presiden Polandia tidak gelar kampanye