Jakarta (ANTARA) - Uber Technologies Inc pada Rabu (26/08) waktu setempat mengatakan bahwa pihaknya memiliki rencana untuk memperluas layanan ride-hailing di provinsi Quebec, Kanada, pada musim gugur ini.

Dikutip dari Reuters, Kamis, pengumuman itu datang ketika Quebec tengah bersiap untuk RUU reformasi taksi baru, yang akan menghapus sistem izin taksi yang mahal dan juga memberi jalan bagi layanan pemesanan kendaraan berbasis aplikasi seperti Uber.

Baca juga: Hakim tolak gugatan hukum startup Sidecar terhadap Uber

Baca juga: Pengemudi tak sesuai aplikasi, Uber London terancam kehilangan lisensi


Kendati demikian, dalam hal ini perusahaan tidak memberikan tanggal spesifik untuk perluasan layanannya di seluruh provinsi tersebut.

Quebec, yang merupakan 24 persen dari populasi Kanada, paling parah dilanda krisis virus corona di negara itu dan mulai secara bertahap membuka kembali ekonominya pada Mei.

Segmen ride-hailing Uber juga tetap terpukul oleh pandemi selama kuartal kedua, dengan pendapatan dari Amerika Serikat dan Kanada, pasar gabungan terbesarnya, turun menjadi 1,25 miliar dolar AS.

Sebagai bagian dari program percontohan berkelanjutan yang dimulai sejak tahun 2016, layanan perusahaan saat ini tersedia di Montreal, Quebec, dan Gatineau.

Baca juga: Uber PHK lebih 3.000 pekerja, akan tutup sebagian kantor

Baca juga: Uber beri kompensasi pengemudi yang didiagnosis virus corona

Baca juga: Tersandung masalah keselamatan, lisensi Uber di London dicabut