Gorontalo (ANTARA) - Salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Dungaliyo, Hartati Nani Hasan mendatangi rumah siswa untuk mengajar luar jaringan (luring) di Desa Dulamayo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

"Hal ini dilakukan karena banyaknya siswa yang tidak memiliki gawai untuk mengikuti sistem pembelajaran daring," ujar Hartati di Gorontalo, Rabu.

Ia mengatakan jika saat ini siswa belum diperbolehkan untuk belajar tatap muka di sekolah akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Pariaman setop belajar tatap muka setelah kasus positif COVID-19 naik

Baca juga: Kemendikbud dan Kemenag apresiasi praktik baik satuan pendidikan


"Jadi dari guru mengambil inisiatif untuk membentuk kelompok belajar di rumah siswa, dari pada mereka tidak belajar dan menjadi beku otaknya," ungkap Hartati.

Hartati menjelaskan, ia bersama guru-guru lainnya tetap berusaha untuk memberikan pelajaran luring kepada siswa yang tidak memiliki gawai.

"Untuk kelas lima, saya bagi menjadi dua kelompok belajar dengan jumlah 14 orang siswa," kata dia, lagi.

Ia menambahkan, walaupun tidak seperti belajar di sekolah yang memiliki berbagai fasilitas belajar mengajar yang lengkap, tapi hal itu harus dilakukan agar anak bisa belajar.*

Baca juga: Dandim Sangihe izinkan Rudisnya dijadikan tempat belajar siswa SD

Baca juga: Ribuan siswa di Meulaboh kembali belajar daring

Dua orang siswa SDN 4 Dungaliyo mengikuti pelajaran yang diberikan oleh seorang guru bernama Hartati Nani Hasan mengajar di rumah siswa di Desa Dulamayo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (26/8/2020). Hartati mendatangi rumah siswa yang telah dibentuk menjadi kelompok belajar luar jaringan (luring) selama masa pandemi karena banyaknya siswa yang tidak memiliki gawai cerdas untuk sistem pembelajaran dalam jaringan (daring). ANTARA/Adiwinata Solihin