Surabaya (ANTARA) - Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Jawa Timur Arumi Bachsin mengampanyekan gerakan makan ikan sebagai salah satu upaya menambah imunitas dan menjaga kesehatan tubuh.

"Apalagi, di masa pandemi COVID-19, kekuatan dan ketahanan tubuh sangat diperlukan," ujarnya di sela menghadiri lomba memasak berbahan ikan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim di Surabaya, Senin.

Baca juga: KKP targetkan konsumsi ikan capai 62 kilogram/kapita pada 2024

Menurut dia, ikan mengandung protein yang tinggi dan sarat gizi lengkap dibandingkan lauk lainnya, terlebih mudah dicerna bagi tubuh anak dan orang lanjut usia.

"Menu ikan mengandung protein tinggi, terutama bagi pencernaan yang memiliki nilai gizi tinggi. Terlebih ikan juga harganya relatif terjangkau dibandingkan dengan menu lainnya," ucap istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak tersebut.

Selain itu, selama pandemi COVID-19 ia mencatat konsumsi masyarakat atas ikan di Jatim naik hingga 10 persen karena pasokan melimpah, sehingga turun harga di pasaran.

Penurunan harga ikan tersebut, kata dia, akibat ekspor produk ikan dari Indonesia, terutama dari Jatim masih tertutup akibat pandemi.

"Warga yang sebelumnya tidak makan ikan karena mahal, sekarang makan ikan dan sekarang pilihannya banyak. Mau ikan yang mahal ikan yang murah, gizinya sama," kata penyuka lauk ikan patin tersebut.

Baca juga: Perangi COVID-19, KKP ajak pemda penuhi gizi masyarakat dengan ikan

Arumi yang juga Ketua TP PKK Jatim itu menyampaikan bahwa pada saat Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu, banyak ikan berkualitas ekspor tidak bisa dijual ke luar negeri, sehingga terpaksa dijual di dalam negeri dengan harga jauh lebih murah.

Terkait konsumsi ikan, Arumi menyebut tingkat konsumsi ikan di Jatim saat ini mencapai 40 kilogram per kapita per tahun atau masih jauh di bawah target nasional sekitar 54 kilogram per kapita per tahun.

"Di Jatim kami harap dan inginkan target setinggi-tingginya," kata perempuan yang sempat membintangi sejumlah film dan sinetron tersebut.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai mengatakan lomba masak bahan ikan merupakan salah satu upaya memberikan semangat kepada para karyawan untuk tidak lupa gemar makan ikan.

Baca juga: KKP: Tingkatkan imunitas dengan konsumsi ikan di tengah COVID-19

Baca juga: KKP memastikan program Gemarikan selalu mengandung nilai edukasi


"Kami sangat mendukung kampanye makan ikan. Apalagi sudah terbukti banyak manfaatnya. Sekarang dimulai dari karyawan BPSDM, harapannya bisa diteruskan ke keluarga hingga lingkungan sekitarnya," tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim tersebut.