Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyediakan bibit dan pupuk untuk warga Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, untuk mendukung kegiatan pertanian di kawasan hutan Besipae.

"Kami sudah sediakan bibit dan pupuk untuk warga Besipae yang dimanfaatkan untuk bertani di lahan Besipae yang merupakan aset pemerintah provinsi," kata Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT, Zeth Sony Libing, di Kupang, Senin.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan langkah pemerintah provinsi NTT memanfaatkan kawasan hutan Besipae setelah diselesaikannya konflik lahan antara pemerintah provinsi dengan warga Pububu, Besipae.

Konflik lahan tersebut, kata dia, telah diselesaikan secara damai melalui pendantangan kesepakatan pemerintah Provinsi NTT dengan tiga tokoh adat di Besipae dan hasilnya sudah disosialisasikan dan diterima 37 kepala keluarga yang sebelumnya digusur pada Sabtu (22/8).

Selanjutnya, kata Zeth, pemerintah provinsi mulai mempersiapkan program pemanfaatan lahan Besipae untuk pengembangan pertanian salah satunya menyediakan bibit dan pupuk bagi warga yang hendak bertani di lahan tersebut.

Ia tidak menyebutkan jumlah bibit dan pupuk yang akan disalurkan namun ia memastikan bahwa bantuan sudah dipersiapkan dengan jumlah sesuai kebutuhan warga yang mengolah lahan di kawasan hutan seluas 3.700 hektare itu.

"Jadi silahkan warga mengolah lahan di sana dengan bantuan bibit dan pupuk yang keuntungannya untuk mereka. Yang penting warga tidak mengkalim bahwa lahan yang digarap adalah hak milik mereka," katanya.

Zeth menjelaskan, hasil pertanian dari masyarakat setempat juga akan dibeli pemerintah provinsi melalui badan usaha milik daerah (BUMD).

Lebih lanjut Zeth menjelaskan, pemerintah provinsi sendiri telah menyediakan program pemanfaatan kawasan hutan Besipae untuk pengembangan ternak sapi dan pakan ternak serta budidaya lamtoro, porang, dan kelor.

"Semua program ini juga nantinya melibatkan masyarakat di sana. Tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat sendiri," katanya.

Ia menambahkan, bagi pemerintah, tidak ada guna memiliki aset yang besar tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga pemerintah berkomitmen memanfaatkan lahan Besipae bagi kesejahteraan masyarakat di sana.

Baca juga: Bupati Timor Tengah Selatah sebut tak ada niat korbankan warga Pubabu

Baca juga: Pemprov dan tokoh adat sepakat akhiri konflik lahan di Besipae

Baca juga: Pemprov NTT segera perluas dialog tangani konflik lahan Besipae

Baca juga: Pemprov NTT sediakan lahan jadi hak milik bagi 37 KK di Besipae