Yogyakarta (ANTARA) - Omzet para pedagang kaki lima yang membuka lapak di kawasan sentra wisata belanja Malioboro, Yogyakarta, mengalami peningkatan signifikan pada libur panjang HUT Ke-75 Kemerdekaan RI.

"Kalau hari biasanya laku 10 potong (baju) saja sudah syukur. Sekarang bisa sampai 100 potong ," kata Bibin Sulistyo, pedagang kaus bermotif batik saat ditemui di Malioboro, Yogyakarta, Senin.

Bibin mengatakan peningkatan penjualan di lapaknya mulai terlihat sejak Sabtu (15/8) seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang mengunjungi Malioboro.

Pantauan Antara pada Senin (17/8) kawasan Malioboro memang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Sepanjang jalan di kawasan wisata belanja itu juga tampak dipadati kendaraan roda empat yang sebagian berpelat nomor luar daerah seperti L, D, dan H.

"Momentum HUT RI ini cukup berpengaruh bahkan kenaikan penjualan bisa sampai 100 persen," kata dia.

Untuk memanfaatkan kesempatan itu, Bibin yang menjual kaus dagangannya mulai Rp15.000 sampai Rp70.000 per potong itu mengaku memperpanjang jam operasi jualannya hingga pukul 22.00 WIB.

Bibin mengaku sempat menutup lapak dagangannya selama hampir tiga bulan sejak awal pandemi COVID-19 dan baru berjualan kembali pada akhir Juli 2020.

"Saya hanya berharap situasi bisa normal kembali. Apalagi dagangan saya bersifat oleh-oleh," kata dia yang tidak berminat menjual dagangannya secara daring.

Senada dengan Bibin, pedagang aneka baju batik, Nuryati juga mengaku jualannya terdongkrak dengan banyaknya pengunjung di Malioboro pada momentum HUT RI.

Jika rata-rata pada hari biasa paling banyak terjual hingga lima potong baju, Nuryati mengaku bisa menjual hingga 20 potong aneka baju batik.

"Karena ramai semalam saya bisa berjualan sampai 12 malam," kata dia yang menjual dagangannya mulai Rp35 ribu per potong ini.

Baca juga: Zonasi kuota pengunjung Malioboro mulai diterapkan
Baca juga: Batasi pengunjung, kawasan Malioboro dibagi lima zona
Baca juga: PKL Malioboro diingatkan ikut jaga kebersihan tempat wisata