Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Jakarta Pusat menggelar pelatihan kewirausahaan secara virtual bagi pelaku usaha yang tergabung dalam Jakpreuneur dalam rangka menyambut hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional.

"Ini sifatnya kolaborasi sehingga tanpa bayaran,” kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat, Bangun Richard di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pelaku UMKM inginkan penyederhanaan izin dan akses pembiayaan

Seperti diketahui, Jakpreuneur merupakan program untuk mengembangkan UMKM di tengah masyarakat Ibu Kota.

Sekitar 800 orang pelaku UMKM itu mengikuti kelas dalam bentuk webinar dengan materi yang dibawakan oleh salah satu pengajar dari Universitas Borobudur.

Ada tiga materi yang disampaikan yaitu mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, strategi pemasaran produk, hingga modal usaha.

Baca juga: UMKM bisa manfaatkan dana di pasar modal

Diharapkan melalui pelatihan itu, UMKM di tiap kecamatan yang ada di wilayah kota Jakarta Pusat dapat terus berkembang meski menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Ibu Kota.

UMKM merupakan salah satu usaha yang paling terdampak di masa pandemi COVID-19.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat Bangun Richard. (ANTARA/HO/Sudin Kominfotik Jakarta Pusat)



Perusahaan Konsultan Manajemen McKinsey bahkan menyebutkan dalam surveinya didapatkan sebanyak 70 persen UMKM di Jakarta mengalami penurunan omzet.

Oleh karena itu dibutuhkan stimulus atapun kebijakan yang dapat mendukung para pelaku UMKM dapat tetap bertahan di tengah kondisi pandemi akibat virus asal Wuhan itu.

Baca juga: Optimalisasi kredit UMKM solusi pulihkan ekonomi Jakarta dari pandemi

Menteri Ketenagakerjaan (Menakar) Ida Fauziyah bahkan mengajak para penerima bantuan subsidi upah untuk membeli produk dalam negeri lewat UMKM.

Ida mengatakan dengan melakukan hal itu bantuan subsidi gaji dapat memberikan efek berlipat ganda ke sektor-sektor lain dalam perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Harapan saya kepada teman-teman pekerja yang akan menerima program ini. Saya minta belanjakan uang ini untuk beli produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita,” kata Ida dalam konferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/8).