Jakarta (ANTARA) - Bakti Budaya Djarum Foundation dan Titimangsa Foundation menggelar pertunjukan teater "Rumah Kenangan" yang dihadirkan dalam pementasan berbentuk cinema play atau film.

Pementasan teater "Rumah Kenangan" adalah pertunjukan baru yang digelar daring tanpa penonton. Ide menggelar pertunjukan ini sebagai respon dari situasi pandemi virus corona yang berdampak pada dunia seni dan para pelaku yang terlibat di dalamnya.

"Semua mengalir secara organik dan kita sebetulnya merespon terhadap situasi. Saya berpikir enggak mungkin teman-teman hanya menunggu dan berdiam diri," kata Happy Salma selaku produser pementasan teater "Rumah Kenangan" dalam jumpa pers virtual, Selasa.

"Rumah Kenangan" adalah kisah tentang enam manusia dengan beragam karakter yang diikat karena persaudaraan. Disebabkan oleh pandemik COVID-19, mereka semua terpaksa berada di satu rumah bersama setelah sebelumnya berpencar.

Baca juga: Menyaksikan kisah Rara Jonggrang versi "jaman now"

Baca juga: Budayawan: Protokol kesehatan harus menjadi tren


Ternyata segala yang selama ini terpendam, terbuka secara perlahan di dalam sebuah rumah kenangan. Happy Salma mengatakan ide cerita itu datang dari situasi pandemi yang terjadi saat ini yang mengharuskan orang berada di rumah.

"Tadinya mau kepikiran karena di bulan Agustus apakah menyesuaikan kemerdekaan. Tapi akhirnya yang memiliki relevansi tinggi adalah berakar dari rumah karena memang pertunjukan diadakan di satu tempat dengan tidak banyak orang," ujar Happy Salma.

Pementasan ini disutradarai oleh Agus Noor yang juga menulis ide cerita. Sejumlah nama pemain yang berdedikasi di film dan teater juga terlibat, seperti Butet Kartaredjasa, Happy Salma, Ratna Riantiarno, Susilo Nugroho, Reza Rahadian dan Wulan Guritno.

Agus Noor mengatakan penggarapan pementasan "Rumah Kenangan" mempunyai tantangan yang berbeda dibandingkan pertunjukan teater pada biasanya.

"Nah 'Rumah Kenangan' bagaimana bisa memberikan tontonan menarik ketika ditonton di gawai. Tetapi kita juga tidak boleh mengorbankan peristiwa di panggung hanya untuk gambar yang bagus," papar Agus Noor.

Pentas ini juga melibatkan tim produksi yang telah malang melintang di dunia seni pertunjukan, yaitu Iskandar Loedin dan Deden Jalaludin Bulqini sebagai penata artistik, Indra Ing sebagai penata musik, Retno Ratih Damayanti sebagai penata kostum dan FourColors Production sebagai tim alih media.

Pementasan teater "Rumah Kenangan" diadakan pada 15 dan 16 Agustus 2020 di www.indonesiakaya.com. Untuk menyaksikan dapat membeli tiket seharga Rp50.000 yang melalui laman titimangsa.or.id.


Baca juga: Pertunjukan virtual #MusikalDiRumahAja hadirkan enam cerita rakyat

Baca juga: Jepang telusuri penularan corona di teater Tokyo

Baca juga: Broadway perpanjang penutupan teater hingga 2021