Pontianak (ANTARA) - Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton mengatakan empat Kabupaten di Kalbar, yakni Sanggau, Melawi, Kapuas Hulu dan Kabupaten Sambas meraih penghargaan Mandala Karya Kencana dan pelayanan serentak sejuta akseptor dari BKKBN.

"Jadi selain Kabupaten Sanggau yang hari ini kami serahkan, ada tiga kabupaten lain yang menerima penghargaan itu, yaitu Kabupaten Sambas, Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, penghargaan yang didapat ini sebenarnya akan serahkan di Sumatera Barat, tepatnya di Kota Padang saat perayaan Hari Keluarga Nasional berlangsung, yang rencananya akan serahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo.

"Namun karena situasi Indonesia tengah dalam penanganan COVID-19, sehingga penyerahan penghargaan itu tidak bisa dilakukan di sana," kata Tenny.

Baca juga: Ikatan Bidan Indonesia Kalbar dibantu ribuan APD oleh BKKBN

Baca juga: BKKBN Kalbar gandeng Apjati layani pekerja migran Indonesia di Sarawak


Namun lanjutnya, berdasarkan instruksi Kepala BKKBN penyerahan penghargaan Mandala Karya Kencana dan pelayanan serentak sejuta akseptor itu dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN di setiap provinsi.

"Jadi instruksi dari beliau, penghargaan harus diberikan langsung dengan mewakilkan Kepala BKKBN ke setiap Pemda kabupaten/kota yang telah mendapat penghargaan itu," katanya.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan, dia bersyukur atas prestasi yang didapat. Dan ini merupakan komitmen Kabupaten Sanggau dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya melalui pelaksanaan program-program kependudukan dan KB.

"Pemkab Sanggau, cukup peka dengan program kependudukan dan keluarga berencana, dukungan juga banyak diberikan, baik di Kampung KB dan lain sebagainya," katanya.

Tentunya ke depan apa yang sudah didapat akan terus dikembangkan, katanya.

Baca juga: Layanan KB pekerja migran di Sarawak didukung penuh KJRI Kuching

Baca juga: Ekspedisi DAS Kapuas diharapkan menjangkau warga hulu sungai