Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran kontak terhadap Is, pasien COVID-19 dari Jombang yang sempat melarikan diri dan meminta masyarakat pernah melakukan kontak untuk melapor kepada dinas kesehatan setempat.

"Perlu diketahui bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Swabs PCR yang dibawa oleh pasien COVID-19 dari Jombang ini viral load-nya tinggi, mengandung strain virus yang lebih berbahaya dari strain virus yg ada di Kalbar, jadi akan sangat berbahaya bila seseorang kontak dan tertular dari yang bersangkutan.," kata Harisson di Pontianak, Kamis.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang pernah kontak dengan yang bersangkutan, tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar bisa segera melaporkan k dinas kesehatan, jika pernah melakukan kontak dengan Is.

Harisson menambahkan, Is berhasil diamankan oleh petugas kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu), Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 21.50 malam tadi.

Baca juga: Polresta kejar penumpang maskapai penerbangan positif COVID-19 kabur

Baca juga: Dinkes Kalbar koordinasi dengan polisi cari pasien COVID-19 yang kabur


"Saat ini, pasien tersebut sudah berada di rumah isolasi yang ada di Kota Pontianak," kata Harisson.

Secara tepisah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan, mengatakan Is ditemukan oleh petugas kesehatan Pustu Jawa Tengah, Sri Mulyani berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Mendapatkan informasi tersebut, saya didampingi Kapolsek Ambawang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan beberapa petugas medis, langsung meluncur ke lokasi. Rencananya tadi malam mau kita isolasi di Rasau Jaya. Namun, setelah berkoordinasi dengan Dinkes Kalbar dan Dinkes Kota Pontianak, akhirnya yang bersangkutan di isolasi di Kota Pontianak," kata Marijan.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan segera melakukan penelusuran kontak dari Is, untuk mencegah penularan COVID-19 di Kubu Raya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta pihak Bandara lebih memperketat pengawasan di Bandara.

"Bandara harus ketat dalam menaati peraturan yang telah diberlakukan. Dan saya juga telah menegur petugas KKP," kata Sutarmidji.

Dirinya menyesalkan keteledoran maskapai yang membiarkan penumpang dengan COVID-10 terbang ke daerah lain. Untuk itu, pihaknya akan semakin memperketat pintu masuk ke Kalbar untuk mencegah orang terinfeksi masuk ke provinsi tersebut.

Baca juga: Ada kasus Corona, Lion Air hentikan sementara rute Surabaya-Pontianak

Baca juga: 16 pekerja bangunan asal Jateng di Kubu Raya terkonfirmasi COVID-19