Jayapura (ANTARA) - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Jayapura Rustan Saru mengaku ada sejumlah warga yang kabur ke daerah asal sebelum hasil pemeriksaan PCR-nya keluar.
Memang benar tercatat delapan orang yang awalnya diketahui hasil pemeriksaan rapid tesnya reaktif sehingga langsung dilakukan swab untuk memastikan apakah terjangkit virus corona atau tidak, ujar Rustan Saru yang juga menjabat Wakil Wali kota.
Namun saat hasil PCR-nya keluar dan dinyatakan positif COVID-19, petugas sudah tidak menemukan mereka dirumahnya karena sudah kembali ke kampung halamannya, aku Rustan Saru kepada ANTARA di Jayapura, Senin.
Diakui, pihaknya tidak bisa mengetahui dengan pasti mereka bisa mendapat surat keterangan bebas COVID-19 dari mana karena dari awal sudah terdeteksi reaktif.
Belum diketahui pasti kenapa mereka bisa memperoleh surat keterangan bebas COVID-19 sementara hasil rapid test reaktif dan PCR positif.
Dari laporan yang diterima tidak adanya kedelapan warga itu diketahui setelah hasil pemeriksaan PCR keluar dan dinyatakan positif sehingga petugas mendatangi alamat mereka untuk membawanya menjalani isolasi atau karantina di hotel Sahid.
"Setelah ditelusuri mereka keluar dari Jayapura ada yang menggunakan pesawat dan kapal," ujarnya.
Data dari Satgas Penanganan COVID-19 Papua hingga Senin (3/8) secara kumulatif jumlah warga Kota Jayapura yang positif sebanyak 1.862 orang, 1.293 orang dirawat, 545 orang sembuh dan 24 orang meninggal dunia.

Baca juga: Warga Kota Jayapura positif COVID-19 bertambah 45 jadi 810 orang
Baca juga: Bertambah dua, warga Kabupaten Jayapura positif COVID-19 jadi 51 orang
Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Kota Sorong kabur dari rumah sakit
Baca juga: Sempat kabur, 2 tahanan positif COVID-19 serahkan diri