Jakarta (ANTARA News) - Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon direksi PT PLN (Persero) di Kementerian BUMN selesai pekan ini, dan pekan depan akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pekan ini fit and proper test di Kementerian BUMN sudah selesai, pekan depan akan kita serahkan kepada Tim Penilai Akhir (TPA)," kata Menneg BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jumat.

Presiden adalah Ketua TPA, dengan anggota Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Keuangan dan Menneg BUMN.

Mustafa menuturkan, saat ini seleksi calon Dirut PLN sedang berlangsung, dengan tiga calon yaitu satu dari eksternal dan dua dari internal.

Calon dari eksternal yaitu Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group.

"Nama Dahlan Iskan sudah bisa diungkapkan karena pemberitaan kepada beliau sangat tinggi. Sedangkan yang dua lagi dari internal, kita tidak sebutkan," kata Mustafa.

Ia berpendapat, setelah melakukan wawancara sebanyak dua kali diperoleh gambaran bahwa ketiga calon tersebut memiliki kualitas.

Meski begitu Mustafa menyatakan, belum bisa menyebutkan nama-nama direksi yang akan diganti.

"Kita harus mengikuti prosedur dalam melakukan seleksi, baru kalau sudah jelas akan diumumkan," katanya.

Pemerintah telah membentuk tim antar departemen untuk mengevaluasi PLN secara menyeluruh mulai dari struktur organisasi manajemen, teknis operasional, hingga skema pembiayaan.

"Hasil evaluasi menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengatasi masalah krisis listrik, termasuk merombak struktur organisasi," katanya.

Ia juga menambahkan, juga sedang dipertimbangkan dalam struktur organisasi PLN masih memerlukan seorang wakil dirut atau tidak.

"Belum diputuskan, akan tetapi kita akan pertimbangkan "plus minus"nya, katanya.

Selain PLN, Mustafa juga memastikan uji seleksi terhadap calon direksi yang kosong di Pertamina dapat selesai.

Saat ini posisi lowong di Pertamina yaitu direktur hulu, yang ditinggal Waluyo saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Posisi direktur hulu masih dirangkap oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Mustafa juga menginformasikan bahwa sedang didiskusikan perubahan susunan komisaris PLN dan Pertamina.

Dari Pertamina, ada usulan perampingan jumlah komisaris dan penambahan direksi.

"Perombakan struktur direksi dan komisaris di PLN dan Pertamina, diharapkan tetap selesai sebelum akhir tahun," tegasnya.
(*)