Jombang (ANTARA) - Penyelenggaraan Shalat Idul Adha di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, pada 2020 ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan, lokasi shalat antara santri dan masyarakat sekitar juga dibedakan.

"Masjid utama Pesantren Tebuireng kami khususkan untuk santri dan pengurus. Sedangkan masyarakat sekitar kami siapkan lokasi shalat di Masjid Ulul Albab, yang berada di samping Pondok Putri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat di Jombang, Jumat.

Baca juga: Shalat Idul Adha di Papua sesuai protokol kesehatan

Hidayat menambahkan, pembagian lokasi jamaah ini juga berlaku untuk pelaksanaan shalat Jumat. Kebijakan ini diambil seiring dengan kembalinya santri dan akan segera dimulainya aktivitas pembelajaran di pesantren.

Meskipun dipisahkan dengan santri, masyarakat yang melaksanakan shalat Idul Adha dan shalat Jumat di Masjid Ulul Albab Jombang juga tetap diwajibkan memenuhi protokol kesehatan.

Selain Masjid Ulul Albab, santri putri Tebuireng Jombang juga menyelenggarakan shalat Idul Adha di lokasi terpisah. Mereka menggelar shalat Idul Adha di kompleks Pondok Putri Tebuireng Jombang dengan imam dan khatib perempuan.

Masjid Ulul Albab Tebuireng dibangun di era kepemimpinan KH Yusuf Hasyim. Masjid ini merupakan hadiah dari Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie saat Pesantren Tebuireng merayakan Satu Abad Pesantren Tebuireng pada 1999. Sebelum pandemi, masjid tersebut tidak difungsikan sebagai lokasi salat Jumat.

Baca juga: Risma ajak warga berbagi di momen Idul Adha

Hingga kini, ada jumlah santri yang sudah kembali ke pesantren masih sekitar 300 orang dari total sekitar 4.000 santri dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang datang terutama yang lokasi rumahnya dekat dengan Jombang.

Sementara itu, di Hari Raya Idul Adha 2020, pengurus Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih 22 ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan selama dua hari, mulai Jumat setelah shalat Idul Adha dan Sabtu (1/8).

Jumlah hewan kurban yang disembelih juga lebih sedikit. Jika tahun lalu hingga 42 ekor, saat ini hanya tinggal setengahnya saja. Namun, proses penyembelihan juga tetap lancar, dengan melakukan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19, dan dilanjutkan untuk dibagikan ke warga. Pembagian dilakukan lewat RW, sehingga meminimalisir warga berkerumum. (*)

Baca juga: Pesantren Tebuireng Jombang siapkan lima lokasi karantina santri
Baca juga: PHBI: Shalat id di Sulut hanya bagi masjid yang berprotokol COVID-19
Baca juga: Anies minta warga menaati larangan shalat Idul Adha di zona merah