Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan bantuan modal kerja bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan diperkuat kredit berbunga rendah.

Hal itu disampaikan Budi Gunadi dalam konferensi pers melalui virtual dari Kantor Presiden, di Jakarta, Rabu.

"Dua program utama yang akan kami konsentrasikan dalam 2-4 minggu ke depan adalah bantuan UMKM produktif dan penyaluran kredit usaha berbunga rendah," kata Budi Gunadi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Komite COVID-19 pastikan penyaluran bantuan modal kerja tepat sasaran

Dia memaparkan bantuan UMKM produktif adalah bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta per UMKM, yang belakangan sudah diberikan Presiden Joko Widodo secara langsung bagi usaha mikro dan kecil di Bogor dan Jakarta. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma, bukan berupa pinjaman, dan ditargetkan bisa diberikan bagi 12 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Selanjutnya pemerintah akan memberikan bantuan kredit UMKM berbunga rendah yang sifatnya berupa kredit atau pinjaman dengan bunga rendah dengan mekanisme yang sudah ada.

Target bantuan UMKM berbunga rendah akan diberikan bagi pengusaha baru yang sebelumnya terkena PHK, dan pengusaha rumah tangga.

Baca juga: Di depan usaha kecil, Presiden Jokowi beri optimisme omzet akan naik

Program bantuan UMKM berbunga rendah akan diintegrasikan dengan bantuan modal kerja yang sebesar Rp2,4 juta.

"Jadi kita berikan dulu program UMKM-nya (bantuan Rp2,4 juta) kepada mereka yang baru di PHK, atau memang mau mulai usaha. Kalau sudah mulai jalan usahanya, kita tambah dengan fasilitas kredit bunga rendah, agar mereka bisa mulai menggulirkan usahanya," ujar dia.

Adapun besaran kredit bunga rendah bagi UMKM sebesar Rp2 juta per keluarga dan bisa ditambah sesuai kebutuhan modal kerjanya.

Dia mengatakan dua program itu akan didorong dan dipantau ketat pelaksanaannya oleh satgas dalam 2-4 pekan ke depan.

Baca juga: Presiden serahkan bantuan modal kerja untuk usaha mikro dan kecil