Denpasar (ANTARA) - Empat rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali menerapkan transaksi digital melalui QRIS (QR Code Indonesia Indonesian Standard) sejalan dengan penerapan tatanan kehidupan Bali era baru atau adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.

"Saya berharap program QRIS ini cepat berjalan di Provinsi Bali menembus instansi-instansi yang memang membutuhkan transaksi yang bukan saja cepat, namun menurut saya aman dan modern. Satu tata kehidupan yang baru kita jalankan sekarang sebagai satu gaya hidup disiplin kita di Bali," kata Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), di Denpasar, Jumat.

Menurut Koster saat acara "Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS Pada Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali" yang berlangsung di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) itu, saat ini bukan lagi menuju Bali Era Baru, tetapi sesungguhnya sudah memasuki Bali Era Baru.

Baca juga: BI bebaskan biaya transaksi QRIS bagi UMKM di masa normal baru

"Karena pandemi COVID-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru termasuk beradaptasi pula terhadap kebiasaan baru dalam bertransaksi," ucapnya.

Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS kali ini diterapkan pada empat RS Pemerintah Provinsi Bali, yakni RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Jiwa Provinsi Bali, dan RS Puri Raharja.

"Memang betul-betul kita diberikan pengetahuan di dalam menjalankan kehidupan dengan satu tatanan yang baru, satu gaya baru, satu model baru. Hari ini kita dapat pelajaran baru lagi, di mana bertransaksi secara digital, dana aman," ujar Koster.

Untuk itu, ia menyatakan sangat mendukung terhadap penerapan QRIS yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, sebagai lembaga keuangan perbankan milik pemerintah daerah yang berperan menjadi motor penggerak serta pembangunan perekonomian Bali.

Baca juga: BI sebut pembayaran nontunai melalui QRIS mulai meningkat

Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli lalu, dengan secara resmi membuka sejumlah objek wisata untuk masyarakat lokal Bali.

Selanjutnya tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli dengan aktivitas diperluas terhadap sektor pariwisata untuk wisatawan Nusantara. Kemudian apabila semua berjalan lancar, maka tahap ketiga akan dilaksanakan tanggal 11 September 2020 dengan dibukanya pariwisata Bali untuk turis mancanegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bali Mandara saat ini menjalankan pembayaran secara tunai dan nontunai diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS).

Menurut dia, empat rumah sakit Pemprov Bali telah melaksanakan SIM RS dengan seluruh layanannya terintegrasi antara satu dengan lainnya. Mulai dari pendaftaran di poliklinik, radiologi, laboratorium, kamar operasi dan seterusnya, sehingga pembayaran atau transaksi dapat dilihat secara "real time".

"Tentu dengan QRIS akan semakin memudahkan pembayaran di rumah sakit. Dengan pembayaran nontunai ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi rumah sakit karena akan mengurangi kontak antara petugas dan pengguna," ucapnya.

Baca juga: BI Bali anjurkan wisatawan gunakan nontunai saat "Normal Baru"

Dengan sistem pembayaran ini pun akan lebih mudah dan lebih aman karena dengan dengan protokol kesehatan saat ini tentu kita akan mengurangi kontak dengan pasien, dengan petugas.

Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma dalam sambutannya menyampaikan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 terdapat 14 sektor kegiatan dalam rangka penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru. Seluruh rumah sakit di bawah Pemprov Bali telah terintegrasi dalam sistem pembayaran nontunai.

Ia mengatakan dengan penggunaan QRIS sebagai transasksi digital akan lebih akuntabel dan pengelolaan keuangan pemerintahan menjadi semakin lebih baik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa penerapan QRIS di RS milik Pemprov Bali merupakan yang pertama di Indonesia.

"Penerapan QRIS di RS milik pemerintah di Bali ini, saya rasa merupakan yang pertama di Indonesia. Transaksi dengan QRIS akan menguntungkan semua usaha, baik lembaga-lembaga, usaha milik daerah, maupun juga UMKM. Karena sistemnya transparan dan langsung masuk. QRIS BPD Bali itu uangnya langsung masuk, kalau bank lain masih harus menunggu beberapa hari baru masuk uangnya," ujarnya.

Baca juga: BI tingkatkan instrumen kebijakan untuk perluas transaksi nontunai

Untuk itu, Trisno mendorong BPD Bali untuk terus meningkatkan jumlah merchant menggunakan QRIS dalam transaksinya agar perekonomian Bali bisa kembali menggeliat.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) kepada keempat rumah sakit.