Kota Gaza (ANTARA News) - Sayap bersenjata Hamas pada Minggu mengatakan kelompok-kelompok bersenjata di pangkalan Jalur Gazanya telah merampungkan satu persetujuan untuk menghentikan serangan roket ke Israel.

"Perjanjian antara Brigade Ezzedine Al Qassam dan faksi-faksi lainnya untuk menghentikan serangan roket itu bukanlah satu tanda kelemahan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Perjanjian itu "bertujuan untuk mempertahankan front bersama dan kepentingan nasional tertinggi rakyat Palestina."

Akan tetapi pernyataan tersebut memperingatkan bahwa kelompok-kelompok itu akan membalas apabila Israel menyerang wilayah itu. "Brigade Al Qasssan tidak akan tinggal diam apabila negara Zionis itu meningkatkan ketegangan dan akan membela diri kami sendiri dengan segala kekuatan kami."

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah satu roket ditembakkan ke wilayah Israel dari Gaza, mendarat tanpa menimbulkan korban dan kerusakan, dan beberapa jam setelah militer menanggapinya dengan tiga serangan udara yang mencederai delapan warga Palestina.

Ini merupakan aksi kekerasan terbaru di sepanjang perbatasan Gaza, yang sebagian besar tenang sejak perang yang Israel lancarkan terhadap Hamas di Gaza 27 Desember tahun lalu menanggapi serangan roket yang diakhiri dengan gencatan senjata antara kedua pihak 18 Januari.

Gencatan senjata itu sebagian besar ditaati walaupun terjadi pelanggaran-pelanggaran oleh kedua pihak.(*)