Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mendorong agar tes usap (swab) deteksi COVID-19 agar tidak dibebani biaya atau gratis bagi masyarakat.

"Tes PCR Swab secara masif dan gratis terutama untuk warga masyarakat biasa yang kurang mampu akan dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona secara signifikan," kata Marwan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengatakan tes deteksi virus SARS-CoV-2 harus terus dilakukan seiring belum ada tanda-tanda jumlah penderita COVID-19 turun secara stabil.

Hal yang terjadi, kata dia, justru kurva jumlah penderita naik turun seperti huruf W. Mengutip pernyataan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dia mengatakan data nasional positif COVID-19 masih terus menanjak termasuk di banyak daerah.

Baca juga: Pemerintah perlu soroti beban biaya tes cepat dalam transportasi

Baca juga: Ombudsman NTT soroti biaya mahal pemeriksaan COVID-19


"Proses yang memberi sinyal positif adalah ketika kurva kasus melandai, kemudian konsisten menurun. Kasus naik turun justru bukan saatnya lengah," kata dia.

Dia juga mengingatkan, seiring dengan tes masif itu pemerintah juga perlu berkoordinasi dengan segenap elemen tokoh masyarakat, keagamaan dan organisasi masyarakat untuk terus memberikan pemahaman agar tetap disiplin mengutamakan keamanan diri serta menaati protokol kesehatan.

Marwan juga memberi apresiasi dan mendoakan para petugas medis yang tetap bekerja di titik terdepan bahkan gugur dalam tugas saat menangani para korban COVID-19.

Di sisi lain, mantan Ketua Fraksi PKB itu mengingatkan segenap warga masyarakat tetap disiplin memakai masker maupun plastik tebal pelindung wajah (face shield) untuk beraktivitas di luar rumah dan membawa hand sanitizer.

Selain itu, kata dia, masyarakat agar sering mencuci tangan dengan cairan pembersih, mengkonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat serta cukup berolah raga menjaga stamina dan ketahanan tubuh.

Baca juga: Wagub DKI instruksikan tarif rapid test di Jakarta harus murah

Baca juga: Dinkes Bali targetkan penyeragaman biaya "rapid test" dalam sepekan