Singapura (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk bersama-sama menyukseskan pertemuan PBB tentang perubahan iklim yang akan berlangsung di Copenhagen, Denmark, pada penghujung 2009.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana, Singapura, Kamis malam, dalam acara jamuan santap malam dengan tuan rumah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

"Saya menanti dukungan Indonesia dan Singapura untuk menyukseskan pertemuan Copenhagen mendatang," kata Presiden Yudhoyono di hadapan sedikitnya 50 tamu undangan yang sebagian di antaranya adalah delegasi Indonesia.

Kepala Negara, sebagai salah satu penggagas pertemuan PBB tentang perubahan iklim itu, kemudian menekankan arti penting keterlibatan dunia internasional mensukseskan pertemuan Copenhagen yang akan menentukan suatu mekanisme baru pengganti protokol Kyoto yang masa berlakunya akan habis pada 2012.

Sementara itu ditemui seusai mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan jamuan santap malam, Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Singapura berharap ada suatu kerjasama yang efektif untuk mensukseskan pertemuan di Copenhagen pada Desember mendatang.

"Singapura adalah salah satu negara yang aktif," katanya.

Ia merujuk pada dukungan Singapura yang tercermin dari kehadiran Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pertemuan PBB tentang perubahan iklim pertama di Bali, pada Desember 2007.

Beberapa waktu terakhir isu perubahan iklim menjadi salah satu isu penting yang diagendakan oleh hampir seluruh negara di dunia, terutama dengan munculnya suatu tuntutan keras agar seluruh negara berkomitmen untuk menurunkan emisi karbonnya --salah satu faktor yang dinilai sebagai penyebab perubahan iklim.

Hingga saat ini masih ada perbedaan pandangan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang terkait dengan angka penurunan emisi yang disepakati bersama.

Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama empat hari, 12-16 November, di Singapura. Pada hari pertama Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura, kunjungan kenegaraannya yang kedua setelah Malaysia pasca pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Dalam kunjungan itu, Presiden melakukan pertemuan dengan Presiden Singapura SR Nathan, Minister Mentor lee Kuan Yew dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Kemudian pada 13-16 Novembe3 , Presiden dijadwalkan mengikuti rangkaian pertemuan puncak Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan melakukan sejumlah pertemuan dwipihak di sela-sela rangkaian pertemuan APEC.(*)