Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa PKB ingin mengusung empat prinsip universal untuk kontribusi Indonesia dalam kancah kemanusiaan dan peradaban di dunia.

"PKB bertekad untuk mengusung panji-panji kontribusi Indonesia bagi kemanusiaan dan peradaban dunia," ujar Wakil Ketua DPR RI itu dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ada empat prinsip-prinsip universal yang menurut dia harus menjadi visi haluan politik internasional Indonesia ke depan.

Baca juga: Cak Imin lobi Kroasia bantu 16 juta buruh kebun kelapa sawit Indonesia

Menurut Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, prinsip-prinsip itu juga merupakan penjabaran dari wawasan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Prinsip pertama, yaitu memperlakukan sesama secara adil dan sederajat tanpa memandang suku atau agama; tanpa permusuhan atau kebencian; dan tanpa berusaha meminggirkan atau menyingkirkan.

Kedua, menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat warga dari setiap bangsa, tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain.

Ketiga, menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat semua warganya, dan tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk menjadikan agama sebagai pembenaran atas tindakan melawan hukum, apalagi untuk menghasut dan/atau berpartisipasi dalam pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

Keempat, memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Empat prinsip itu harus diusung ke dalam haluan politik internasional Indonesia agar Indonesia dapat mengisi posisi sebagai salah satu kontributor utama dalam memperjuangkan kemuliaan peradaban umat manusia.

Baca juga: Muhaimin tegaskan komitmen keberpihakan dalam dinamika parlemen

Menurut Cak Imin, keempat prinsip universal itu adalah jawaban bagi bermacam kemelut yang melanda dunia internasional saat ini.

Terlebih, kata Cak Imin, presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyerukan bahwa sudah waktunya bagi semua orang yang beritikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk mengakui bahwa bahaya mengerikan mengancam umat manusia.

Seruan itu, kata Cak Imin, dimuat pada artikel Wall Street Journal pada tahun 2005.

Mengingat lagi seruan itu, Cak Imin ingin Indonesia tidak lagi melanjutkan 'bisnis seperti biasa' dalam menghadapi ancaman eksistensial saat ini.

"Sebaliknya, kita harus mengesampingkan pertengkaran internasional dan partisan kita, dan bergabung bersama untuk menghadapi bahaya yang ada di depan kita," katanya.

Baca juga: Menko PMK dorong peningkatan peradaban dan kemajuan dunia Islam

Baca juga: Kemendikbud : Dunia pendidikan harus memperhatikan peradaban manusia


Cak Imin mengatakan bahwa PKB menjadi anggota Centris Democrat Internasional (CDI), sebuah koalisi politik internasional beranggotakan lebih dari 150 partai politik dari berbagai negara di seluruh dunia pada tahun 2018.

Kaukus CDI di Eropa, European People’s Party (EPP), memenangi pemilu terakhir dan memegang mandat pemerintahan Uni Eropa saat ini.

Sejak itu, PKB telah menggolkan tiga resolusi yang diterima secara aklamasi oleh CDI.

Resolusi-resolusi itu diusung dalam konteks Gerakan Global Islam untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam).

Salah satunya, kata Cak Imin, adalah memuat hasil-hasil Bahtsul Masail Maudlu’iyyah dari Musyawarah Nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar di awal tahun 2019.