Surabaya (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya menyebut pasien COVID-19 yang sembuh di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur setiap harinya mencapai lebih dari 100 orang.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita, di Surabaya, Jumat, mengatakan jumlah kumulatif pasien COVID-19 yang sembuh di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur mencapai 2.737 orang.

"Setiap harinya pasien yang sembuh rata-rata lebih dari seratus orang, seperti halnya dalam satu hari kemarin (2/6) ada 194 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan atau isolasi mandiri di rumah, Asrama Haji maupun rawat inap di rumah sakit," katanya.

Menurut dia, pasien yang sembuh tersebut lebih didominasi pasien dari rawat jalan yang jumlahnya mencapai 155 orang.

Baca juga: Menkes lihat cara kerja Wali Kota Risma di dapur umum Surabaya
Baca juga: Unair: Pemkot wajibkan UTBK tunjukkan hasil tes usap atau tes cepat


Febria menjelaskan, untuk pasien sembuh dari rumah sakit sebanyak 29 orang dengan perincian dari Rumah Sakit (RS) Premier dua orang, RS Menur dua orang, RS Adi Husada Kapasari satu orang, RSAL dua orang, RS William booth satu orang, RS Bhakti Dharma Husada (BDH) dua orang.

Selain itu, RS RKZ satu orang, RS Pura Raharja satu orang, RS Gotong Royong satu orang, RS Husada Utama empat orang, RS Siloam satu orang, RS Undaan Wetan tiga orang, RS National Hospital dua orang, serta RSUD dr Soewandhie satu orang.

"Sisanya ada yang dari RS PHC dan RSU Haji," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, untuk tamu atau pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) dari Asrama Haji mencapai 10 orang. "Mereka semua sudah menjalani tes swab dengan hasil negatif dan langsung boleh pulang," katanya.

Baca juga: Polisi akan terapkan kembali kawasan "physical distancing" di Surabaya
Baca juga: Dua kepala dinas di Pemkot Surabaya positif COVID-19


Sementara itu, hingga saat ini total kumulatif orang dalam pemantauan (ODP) dari upaya tracing atau melacak sebanyak 4.437 orang. Mereka terdiri dari 4.026 yang sudah selesai dipantau atau sembuh dan kemudian sekitar 372 orang masih dalam pemantauan.

"Kemudian, rinciannya yang masih dalam pantauan adalah 346 orang rawat jalan dan 26 rawat inap. Lalu 39 orang meninggal,"katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya ini menambahkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlah kumulatifnya yakni 5.116. Dari angka itu, 2.351 adalah pasien yang selesai dipantau. Sementara itu, saat ini ada 2.463 pasien masih terus diberikan intervensi.

"Terdiri dari 1.093 rawat inap rumah sakit, dan 1.370 rawat jalan isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Baca juga: Pegawai Pemkot Surabaya diminta bantuan uang penanganan COVID-19
Baca juga: Wali Kota Risma minta bantuan tenaga PPDS ke FK Unair