Manokwari (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua Barat meluncurkan 13 kampung tangguh sebagai percontohan kesiapan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19.

Ke-13 kampung tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Papua Barat. Selain ketahanan pada bidang kesehatan, masyarakat di kampung-kampung ini didorong mampu menjaga ketahanan pangan serta menciptakan keamanan dan ketertiban secara berdikari.

Baca juga: Kampung ampuh ajak warganya cegah penyebaran COVID-19

Peluncuran dilaksanakan di Kampung Aimasi Manokwari pada Sabtu oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Gubernur Dominggus Mandacan, serta Forkopimda lainnya baik provinsi maupun kabupaten.

Kampung percontohan di Manokwari ini diberi nama Manu Yaba Nonti Aimasi yang berarti Kampung Berdikari Aimasi. Bahasa daerah khususnya Suku Hatam dipilih agar masyarakat lokal lebih familier serta mudah dalam memahami serta menerapkan tiga unsur penting dalam pembentukan kampung tangguh tersebut.

Baca juga: Kampung Tangguh di Surabaya tunjukkan keberhasilan tangani COVID-19

"Kita berharap, selanjutnya bisa diterapkan juga di kampung lain di seluruh daerah di Papua Barat. Terbukti masyarakat di Kampung Aimasi mampu secara serentak protokol kesehatan diterapkan di setiap rumah," ucap Kapolda pada kegiatan tersebut.

Menurut Kapolda, ketahanan di bidang kesehatan, ketahanan pangan dan Kamtibmas merupakan sektor atau unsur penting yang harus diperhatikan di tengah wabah corona. Di Kampung Aimasi serta 12 kampung berdikari lainya, tiga unsur tersebut benar-benar dilaksanakan secara baik.

Baca juga: Upaya Polri lawan COVID-19 lewat inovasi Kampung Sehat

Pada bidang ketahanan pangan, masyarakat secara mandiri mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia. Di tengah pandemi diharapkan ekonomi masyarakat tetap terjaga.

"Pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap lesunya perekonomian di hampir seluruh negara di dunia. Di Kampung Aimasi masyarakat masih mampu mencukupi kebutuhan pangan dengan potensi yang ada, sehingga stok tetap terjaga melalui optimalisasi pada sektor pertanian, peternakan, perdagangan hingga sektor jasa," kata Kapolda lagi.

Pada bidang kesehatan, tenaga dan peralatan medis pun cukup siap. Kampung ini pun bahkan telah menyiapkan fasilitas karantina bagi warga diduga terjangkit COVID-19.

"Masyarakat pun secara sadar menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan peraturan wajib pakai masker. Kalau kita keliling kampung, masyarakat menyiapkan fasilitas cuci tangan di depan rumah masing-masing," ujar Kapolda.

Untuk menjaga situasi Kamtibmas, lanjut Tornagogo, aparat kampung telah menyiapkan standar operasi prosedur (SOP), diantaranya setiap tamu yang masuk wajib mengisi daftar hadir serta menjalani protokol kesehatan.

"Ada petugas keamanan yang berjaga-jaga di setiap pos. Mereka akan memeriksa identitas dan memeriksa suhu tubuh setiap orang yang mau masuk," katanya lagi.

Setelah melakukan pelucuran, rombongan Kapolda dan Gubernur siang itu berkeliling kampung untuk mengecek sejumlah pos penjagaan yang persiapkan masyarakat. Rombongan juga meninjau kandang kelompok peternak sapi serta lokasi pertanian padi dan palawija milik masyarakat setempat.