Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi sejumlah komoditas strategis, khususnya padi sebesar 63,5 juta ton pada 2021, meningkat dibanding target produksi tahun ini sebesar 59,15 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan pada 2021 pasca masa pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi akan banyak bertumpu pada sektor pertanian. Oleh karena itu, peningkatan produksi menjadi salah satu program yang akan dilakukan Kementan pada 2021.

"Kementerian Pertanian ditargetkan untuk memenuhi sasaran produksi komoditas strategis tahun 2021, yakni padi sebesar 63,50 juta ton," kata Mentan Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin.

Mentan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan target produksi padi, mengingat kebutuhan pangan terutama saat masa pandemi harus terjamin.

Apalagi, Badan Pangan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah memberi peringatan bahwa akan terjadi kekeringan di mana siklus tersebut terjadi selama 100 tahun sekali, serta serangan hama wereng lima tahunan yang akan mengancam produksi pertanian.

"Target kami tidak turun, karena itu menjadi kebutuhan nasional. Ke depan, masalah pertanian adalah masalah utama. Kalau pelemahan ekonomi terjadi, berdampak pada seluruh aspek, termasuk industri dan ancaman PHK, maka pangan rakyat tidak boleh terganggu sedikit pun," kata Syahrul.

Selain padi, Kementan menargetkan produksi sejumlah komoditas pangan utama lainnya, yakni jagung sebesar 26 juta ton, kedelai 480.000 ton dan daging sapi/kerbau sebesar 463.000 ton.

Kemudian, bawang merah 1,74 jua ton; cabai besar 1,45 juta ton; cabai rawit 1,57 juta ton, serta komoditas strategis lainnya ditargetkan meningkat dibandingkan 2020.

Untuk mencapai target tersebut, Kementan pun mendapat alokasi pagu indikatif untuk 2021 sebesar Rp18,4 triliun. Dari total alokasi tersebut, Kementan merancang lima program utama yang akan dilaksanakan, yakni dukungan manajemen; ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas; nilai tambah dan daya saing industri.

Kemudian, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta program pendidikan dan pelatihan vokasi. Ada pun alokasi terbesar diarahkan pada Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas sebesar Rp10,53 triliun.

Selain lima program tersebut, dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, Kementan juga merancang program peningkatan kapasitas produksi; diversifikasi pangan lokal; penguatan cadangan dan sistem logistik pangan; pengembangan pertanian modern dan peningkatan ekspor.

Baca juga: Mentan minta anggaran 2021 ditambah Rp10 triliun

Baca juga: Mentan ingin memastikan pertanian berproduksi di tengah COVID-19

Baca juga: Mentan minta petani muda lakukan pendekatan baru pertanian modern