Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta mengatakan Indonesia membutuhkan tiga fitur utama manusia agar tercipta daya dorong yang kuat bagi kemajuan bangsa, yaitu efektif, inovatif, dan kolaboratif.

"Saat ini energi bangsa Indonesia terlalu banyak dihabiskan untuk konflik internal dan sosial di masyarakat sehingga tidak efektif," kata Anis di Jakarta, Sabtu.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan menumbuhkan kembali semangat persaudaraan, mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin berjiwa besar yang mampu menginspirasi bangsanya untuk bergerak, bukan dengan kekuatan pemaksa dan otoritas.

Baca juga: Partai Gelora: Krisis global jadi peluang letakan visi lanjutan bangsa

Dia menilai bangsa Indonesia perlu menumbuhkan lahirnya masyarakat efektif dengan menciptakan kembali energi sosial yang akan menjadi tenaga penggerak bangsa ini untuk maju.

Anis menjelaskan, fitur manusia Inovatif, tidak selalu kaitannya dengan temuan-temuan ilmiah dalam dunia sains, tetapi juga metode-metode baru dalam memecahkan persoalan masyarakat.

"Kita perlu mendorong lahirnya masyarakat berpengetahuan yaitu sebuah masyarakat yang ditandai dengan pemerataan pendidikan tinggi dan pemanfaatan pengetahuan serta inovasi sebagai faktor utama dalam penciptaan kemakmuran, mendahului faktor produksi klasik lainnya," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Empat modal yang dibutuhkan Gelora, parpol sempalan PKS

Dia berharap individu dan komunitas bisa saja mendorong terwujudnya masyarakat berpengetahuan di Indonesia. Namun, menurut dia, untuk mewujudkannya dalam skala yang lebih luas dan waktu yang relatif lebih singkat, kebijakan pemerintah akan jauh lebih berpengaruh.

"Kebijakan yang terencana dengan dukungan anggaran yang lebih pasti, akan membuat proses pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan lebih efektif," katanya.

Terkait fitur manusia kolaboratif, Anis menjelaskan, persoalan bangsa ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu orang namun juga terlalu rumit untuk diselesaikan oleh pikiran satu orang.

Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan semangat kolaborasi sesama anak bangsa sehingga bangsa Indonesia tidak perlu menunggu seorang juru selamat untuk datang menyelesaikan persoalan bangsa.

Baca juga: Partai Gelora Indonesia optimistis jadi peserta Pemilu 2024

"Bangsa ini memiliki orang-orang berotak cerdas dan bakat-bakat hebat yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Lihat saja prestasi-prestasi luar biasa pelajar-pelajar dan mahasiswa Indonesia yang mengikuti kompetisi-kompetisi global, tidak kalah dari negara-negara maju," ujarnya.

Menurut Anis, yang belum dilakukan bangsa ini adalah mempertemukan otak dan bakat-bakat hebat tersebut dalam semangat kolaborasi untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Dia mengatakan, potensi-potensi berserakan itu perlu diwadahi negara yaitu dengan menyediakan ruang-ruang kolaborasi dan penghargaan terhadap kontribusi serta karya-karya mereka.

"Dengan hadirnya masyarakat yang efektif, inovatif, dan kolaboratif, maka kita telah menciptakan suatu budaya baru pada bangsa kita," katanya.

Anis mengatakan budaya akan menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh menjadi negara maju, melengkapi modal bonus demografi dan kekayaan alam.

"Oleh karena itu, mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia akan sangat mungkin terwujud di masa depan," katanya.