Banda Aceh (ANTARA) - Tiga kapal cepat yang dikelola pengusaha daerah akan melayani rute Pelabuhan Balohan, Sabang, - Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, untuk mendukung pengembangan pariwisata di ujung barat Indonesia tersebut.

Marwan, pengusaha asal Sabang, yang mengelola tiga kapal cepat tersebut, di Banda Aceh, Rabu, mengatakan kehadiran moda transportasi laut tersebut akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan berkunjung ke Pulau Weh, Sabang.

"Kehadiran tiga kapal cepat tersebut untuk mendukung jalur transportasi laut serta pengembangan pariwisata Sabang dan Kepulauan Pulo Aceh yang masuk wilayah pelabuhan dan perdagangan bebas," kata Marwan.

Baca juga: Klungkung perketat penyeberangan ke Nusa Penida saat normal baru

Marwan yang juga Anggota DPRK Sabang menyebutkan tiga kapal cepat akan melayari penyeberangan dari daratan Sumatera ke Pulau Weh itu yakni MV Putri Anggreni 01, MV Putri Anggreni 02, serta MV Ceria Indomas.

MV Putri Anggreni 02 mulai beroperasi pada Sabtu (20/6), sedangkan MV Putri Anggreni 01 akan dioperasikan jika ada peningkatan penumpang ke Sabang maupun sebaliknya.

"Untuk MV Ceria Indomas mulai dioperasikan pada 2 Juli Rute pelayarannya Sabang, Pulo Aceh, dan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tujuan ke Pulo Aceh kami layani untuk membangkitkan kunjungan pariwisata ke pulau terluar di Aceh Besar tersebut," kata Marwan.

Baca juga: KBRI Dili dorong Pemerintah NTT operasikan kapal cepat Kupang-Dili

MV Putri Anggreni 02 merupakan kapal dengan lambung ganda. Kapal dengan kecepatan maksimum 27 knot itu dengan daya tampung 178 penumpang. MV Putri Anggreni 02 didukung dengan teknologi terkini.

Kapten MV Putri Anggreni 02 Asrizal mengatakan, sebelum kapal tersebut melayari rute internasional dari Tanjung Balai Karimun ke Johor, Malaysia dan sebaliknya.

"MV Putri Anggreni 02 ini merupakan kapal yang masih tergolong baru dengan lambung ganda, cocok untuk perairan Aceh. Kami berharap kehadiran MV Putri Anggreni 02 mendapat respons positif dari masyarakat Aceh," kata Asrizal.