Badung (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan kawasan pariwisata The Nusa Dua yang terletak di Kabupaten Badung, Bali.

"Kami datang ke sini memastikan dulu persiapan, kami ingin berkoordinasi dulu dengan pemda dan gubernur. Kapan waktu yang tepat, apakah masyarakat sudah siap, apakah kondisi COVID-19-nya sudah memungkinkan, lalu nantinya akan dibuka bertahap," ujar Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Selasa.

Wishnutama mengatakan, nantinya apabila sudah siap, pariwisata akan dibuka bertahap untuk wisatawan lokal di Bali dulu, tahap berikutnya setelah lakukan uji coba dan siap baru dibuka untuk wisatawan domestik.

Baca juga: Kemenparekraf akan salurkan 15.000 paket sembako untuk NTB

"Jadi tahapannya harus detail, tidak langsung dibuka begitu. Kesiapan daerah yang paling penting, kondisi COVID-19 di daerah yang paling penting. Jangan sampai ada penularan baru, nanti malah mundur jauh kalau kita tidak benar-benar siap," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf beserta jajaran didampingi Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer dan Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita meninjau sejumlah titik di The Nusa Dua. Diawali di gerbang masuk kawasan, ia mengamati langsung proses pemeriksaan setiap orang yang masuk ke dalam kawasan

Kemudian peninjauan dilanjutkan ke rumah sakit BIMC Siloam Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel pusat perbelanjaan Bali Collection, ABBC Building Art Bali serta Pantai Waterblow yang berada dalam kawasan The Nusa Dua.

Dari hasil pantauan tersebut, Menparekraf Wishnutama mengatakan, kawasan The Nusa Dua juga sudah baik dalam penerapan protokol kesehatan menjelang tatanan hidup baru. Tetapi, hal itu juga harus melihat dan mempelajari sejumlah aspek lain.

"ITDC so far bagus. Secara protokol sudah siap, tapi kan kondisi daerahnya gimana, kabupatennya gimana dan lain sebagainya itu harus saya pelajari juga, tidak bisa separuh-separuh kalau lihat sesuatu,” ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf bantu pekerja pariwisata terdampak COVID-19 di Sumsel
Baca juga: Pemandu wisata gunung dituntut semakin kompeten hadapi normal baru
Baca juga: Kemenparekraf undang komunitas investasi sosial ke Indonesia