Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan rencana pemulihan ekonomi nasional di hadapan siswa polisi saat memberikan kuliah umum pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Polri, Senin.

Luhut menjelaskan dalam menangani dampak ekonomi akibat wabah pandemi COVID-19, pemerintah sudah menyiapkan total sekitar Rp686,2 triliun yang terbagi dalam bidang Kesehatan, Perlindungan Sosial, Insentif Usaha, UMKM, Pembiayaan Korporasi serta Sektoral dan Pemda.

"Sebenarnya, kalau kita tarik pada dampak positifnya, kita sekarang melakukan reformasi di semua bidang. Misalnya seperti bisnis UMKM sekarang ini yang tentu sangat penting. Karena backbone (tulang punggung) ekonomi kita sekarang banyak di UMKM, jadi kita dorong ini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Luhut mengatakan pemerintah juga telah meluncurkan gerakan nasional menggunakan produk dalam negeri #BanggaBuatanIndonesia.

"Kita memberikan subsidi bunga untuk penerima bantuan ke 60,66 juta rekening. Pokoknya semua dibantu oleh pemerintah," katanya.

Luhut juga memaparkan mengenai fokus penanganan Covid-19 saat ini, yaitu dalam rangka penetapan regulasi untuk mengubah perilaku masyarakat untuk meningkatkan ketahanan kesehatan. Ia menyebut praktik pencegahan menjadi yang paling penting yaitu jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan serta menggunakan masker.

Hal-hal lainnya yang dipaparkan Luhut kepada para perwira TNI/POLRI yang menghadiri ceramah virtual tersebut yaitu dalam rangka peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan langkah percepatan kemandirian sektor kesehatan nasional dengan cara memproduksi obat, vaksin, reagents, kit diagnostik, Alat Pelindung Diri (APD) dalam negeri hingga menjelaskan mengenai pembangunan industri dari hulu ke hilir yang terintegrasi akan menjadi faktor penarik investasi ke Indonesia.

"Disiplin itu kunci. Itu harus kau bawa menjadi built-in. Apapun yang saya sampaikan, ujung-ujungnya itu kepribadian itu. Integrity is an important thing in your life. Dan kamu bekerja dari hati, serta teladan dalam berpikir, bertindak dan memberi contoh bagi anak buahmu. Kalau kamu jadi pejabat, jangan sombong! Jabatan itu hanya sementara. Itu pesan moral saya bagi kalian. Be yourself! Selamat bekerja, semoga kalian menjadi seorang pemimpin yang baik!" tutup Luhut mengakhiri ceramahnya.

Baca juga: Sri Mulyani tekankan pemulihan ekonomi dilakukan cepat dan tepat
Baca juga: Kemenkeu dan OJK tandatangani SKB untuk pemulihan ekonomi nasional
Baca juga: Ekonom dorong stimulus lanjutan lebih fokus atasi dampak COVID-19