Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti menanggapi positif soal pergeseran jadwal pelaksanaan Piala Asia U-16 2020 dari awalnya dimulai September menjadi November.

Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Minggu, Bima menilai bahwa dengan mundurnya jadwal itu, timnas U-16 memiliki persiapan yang lebih panjang.

“Ada sisi positif dari pengunduran jadwal Piala Asia U-16 AFC. Saat ini kami baru bisa melakukan latihan virtual karena pandemi COVID-19 masih terjadi,” ujar dia.

Bima pun terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pemainnya.

Sambil melakukan latihan virtual, timnas U-16 terus menunggu kepastian soal kapan mereka dapat berlatih di lapangan.

Baca juga: Timnas U-16 akan ikuti jejak timnas U-19 jalani TC virtual

“Kami juga membutuhkan uji coba internasional untuk terus mematangkan tim. Kami sudah mengoordinasikan ini dengan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri,” tutur Bima.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menggeser tanggal pelaksanaan Piala Asia U-16 tahun 2020 yang berlangsung di Bahrain menjadi 25 November-12 Desember 2020 karena situasi pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

Sebelumnya, Piala Asia U-16 2020 dijadwalkan pada 16 September-3 Oktober 2020.

Baca juga: AFC: pengundian grup Piala Asia U-16 dan U-19 dilakukan 18 Juni

Sementara Piala Asia U-19 2020 yang berlangsung di Uzbekistan tidak mengalami perubahan yaitu 14-31 Oktober 2020.

Indonesia menjadi salah satu peserta Piala Asia U-16 dan U-19 2020 yang masing-masing diikuti dari 16 negara.

Untuk pengundian grup yang berlangsung pada 18 Juni 2020, timnas U-16 Indonesia berada di Pot 2 bersama Australia, Korea Utara dan Oman.

Adapun timnas U-19 Indonesia yang kini ditangani juru taktik asal Korea Selatan Shin Tae-Yong masuk dalam Pot 2 bersama Jepang, Tajikistan dan Australia untuk pengundian.

Baca juga: Bima: tiga pemain baru timnas U-16 sesuai kebutuhan

Baca juga: Bima nilai pemahaman taktik timnas U-16 perlu ditingkatkan