Gorontalo (ANTARA) - Enam warga positif COVID-19 di Gorontalo Utara, membuat bupati Indra Yasin, meminta agar setiap warga dapat meningkatkan kewaspadaan.

"Kita bersatu meningkatkan kewaspadaan, setiap warga di desa dapat memantau siapa saja yang datang dari luar Gorontalo," ujarnya pada jumpa media di Sekretariat Gugus Tugas COVID-19 kabupaten, di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah daerah berulang kali meminta perantau jangan pulang untuk mencegah penyebaran COVID-19, namun kondisi tersebut sulit dihadapi, khususnya yang masuk melalui pos perbatasan Atinggola di wilayah timur kabupaten ini.

Gugus Tugas COVID-19 kabupaten mencatat pasien dalam pengawasan (PDP) di daerah itu sebanyak 28 orang, 25 orang telah selesai melewati masa pengawasannya, 81 orang tanpa gejala (OTG), 43 orang diantaranya telah melewati masa pemantauan, sisanya akan terus dipantau.

Baca juga: Gorontalo Utara razia KTP pendatang guna cegah penularan COVID-19

Baca juga: Bupati Gorontalo Utara batalkan keputusan shalat Id di lapangan


Sebanyak 1.584 orang telah melalui tes cepat (rapid test), 134 orang reaktif atau positif.
Sementara, 133 orang menjalani tes swab, 6 orang resmi dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini menjalani masa karantina di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Umar Siddiki.

Ia menjelaskan, 6 kasus positif, 2 diantaranya beralamat di Desa Cisadane, 1 di Desa Pontolo Atas, Kecamatan Kwandang.

Sementara 2 dari Desa Hutokalo, Kecamatan Sumalata, yaitu ibu dan bayi yang baru dilahirkan melalui operasi sesar di Rumah Sakit Aloei Saboe, Gorontalo, serta 1 bayi dari Kecamatan Gentuma Raya.

Bupati memastikan, setiap orang yang datang dari luar Gorontalo wajib menjalani rapid test dan yang bergejala akan di swab serta wajib dikarantina selama 14 hari.*

Baca juga: Bupati Gorontalo Utara izinkan masyarakat shalat Id di lapangan

Baca juga: Cegah COVID-19, Bupati Gorontalo Utara pastikan tolak pemudik