Surabaya (ANTARA) - Jumlah pasien sembuh atau negatif COVID-19 di Jawa Timur mencapai 1.091 orang setelah per hari ini pukul 17.00 WIB bertambah signifikan, yakni sebanyak 292 orang.

"Alhamdulillah yang sembuh jumlahnya cukup signifikan," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu malam.

Secara persentase, kata dia, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jatim saat ini mencapai 20,55 persen.

Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur itu mengapresiasi ke seluruh tenaga medis dan paramedis yang bekerja keras luar biasa memberikan dedikasi terbaiknya.

Baca juga: Tambahan pasien sembuh COVID-19 di Jatim sebanyak 100 orang

Baca juga: Bertambah 329 orang pasien sembuh dari COVID-19


"Ini adalah catatan kesembuhan paling besar dan semoga semakin banyak pasien yang negatif," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Secara rinci, pasien sembuh terbanyak berasal Kota Surabaya sebanyak 240 orang, kemudian 16 orang dari Kabupaten Pasuruan, tujuh orang dari Kabupaten Probolinggo dan masing-masing lima orang dari Gresik dan Bojonegoro.

Lalu, masing-masing empat orang dari Tuban dan Kota Malang, masing-masing tiga orang dari Sidoarjo dan Ngawi, ditambah masing-masing dua orang dari Nganjuk dan Jombang, serta tambahan satu orang dari Kota Pasuruan.

Tambahan pasien sembuh, lanjut Khofifah, menjadi optimisme bersama dan ia mengajak seluruh pihak memberikan dukungan, termasuk menyemangati para tenaga kesehatan.

"Kita harus mendukungnya dengan cara terus menerapkan protokol kesehatan, mengenakan masker, menerapkan jaga jarak fisik dan rajin mencuci tangan agar angka kasus terkonfirmasi positif bisa terus menurun," katanya.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, per hari ini juga terdapat penambahan kasus sebanyak 172 kasus baru sehingga total menjadi 5.310 kasus.

Untuk pasien meninggal dunia, tambahannya delapan orang sehingga totalnya mencapai 437 orang.

Sedangkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6.876 orang, kemudian orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 25.081 orang, dan kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 19.090 orang.*

Baca juga: Tujuh pasien COVID-19 di Magetan dinyatakan sembuh

Baca juga: Nenek Kamtin, survivor tertua berusia 100 tahun, sembuh dari COVID-19