Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly memaknai Lebaran 2020 sebagai momentum untuk memperkuat tali persaudaraan antarsesama di tengah pandemi COVID-19.

"Inilah momentum kita menguatkan tali persaudaraan, bergotong royong dalam skala besar untuk kemanusiaan," kata Yasonna dalam video yang diunggah di akun Instagram @yasonna.laoly, Sabtu.

Yasonna mengatakan bahwa Idulfitri 1441 Hijriah terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah tradisi yang kerap dijalankan masyarakat dalam rangka menyambut "hari kemenangan", seperti mudik, salat Id di masjid, serta kegiatan silaturahmi tatap muka, kini tidak bisa dilakukan karena pandemi COVID-19.

Namun, kata dia, adanya keterbatasan tersebut justru dapat dijadikan sebagai momentum untuk saling menguatkan tali persaudaraan satu sama lain.

Baca juga: Lebaran, Karina Salim siap silaturahmi lewat video

Baca juga: Ratusan napi Lapas Padang terima remisi khusus Lebaran

Baca juga: H-1 Lebaran, penumpang Bandara RHF Tanjungpinang hanya dua orang


Salah satunya memupuk rasa kemanusiaan dengan saling bergotong royong membantu antarsesama yang membutuhkan.

Yasonna juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 selama berlebaran.

"Tetap disiplin jalani protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak aman," kata Yasonna H. Laoly .

Yasonna berharap dalam momentum Lebaran 2020, umat Islam dapat meraih dua kemenangan sekaligus, yakni kemenangan menahan hawa nafsu selama beribadah puasa pada bulan Ramadan 1441 Hijriah dan kemenangan melawan COVID-19.

"Semoga pada hari raya ini kita meraih kemenangan ganda, menang melawan hawa nafsu dan menang mengatasi COVID-19," katanya.

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah pada hari Minggu, 24 Mei 2020.