Medan (ANTARA) - Peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU), menginovasikan masker kain dengan merendamnya di air kalsium organik untuk semakin menangkal penyebaran corona virus disease 2019 atau COVID-19.

"Masker kain yang direndam dengan air kalsium berfungsi sebagai adsorben atau penyerap partikel virus COVID-19, sehingga tidak masuk ke dalam rongga mulut dan hidung," kata Peneliti USU DR Sontang Sihotang di Medan, Jumat.

Saat pembagian masker kain yang telah direndam dengan air kalsium organik, ia menjelaskan masker kain yang direndam dengan air kalsium berfungsi sebagai adsorben atau penyerap partikel virus COVID-19, sehingga tidak masuk ke dalam rongga mulut dan hidung.

Air kalsium organiknya sendiri sudah lama diciptakannya yang dibuat dengan bahan-bahan dari kulit kerang, tulang ikan, dan kulit udang untuk dijadikan kalsium yang bermanfaat untuk membantu membuang kadar logam serta membuang racun dalam tubuh.

Baca juga: Pembawa virus COVID tanpa masker berpotensi tularkan virus 75 persen

Baca juga: Bukan lucu-lucuan, masker dari bra benar-benar diproduksi di Jepang


Dengan menggunakan masker kain yang telah direndam, nano partikel dari COVID-19 bisa diserap oleh air kalsium organik, sehingga tidak sampai masuk ke mulut dan hidung orang yang memakai masker.

Saat dipakai, masker kain dibuat lembab dari hasil rendaman air kalsium organik guna memaksimalkan fungsi adsorbennya, serta bisa bertahan lebih lama untuk semakin menangkal partikel COVID-19.

"Partikel-partikel yang berukuran sangat kecil bisa diserapnya. Jadi tidak sampai ke ruang rongga mulut dan hidung kita," katanya.

Selain memiliki fungsi untuk menangkal COVID-19, masker kain yang lembab hasil rendaman air kalsium organik itu juga berfungsi menyegarkan wajah pemakai selama beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Tidak gunakan masker di Qatar didenda hingga Rp800 juta