Mataram (ANTARA) - Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, HL Gita Ariadi menyampaikan hingga kini jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di provinsi itu meningkat sebanyak 183 orang setelah pada Kamis (14/5) terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 33 orang.

"Hari ini terdapat 33 orang yang sembuh dari COVID-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Dengan demikian jumlah yang sembuh sebanyak 183 orang," ujarnya.

Gita menyebutkan, 33 orang pasien sembuh tersebut sebagian besar berasal dari Kabupaten Dompu dengan jumlah 23 orang, Lombok Timur lima orang, Kota Mataram tiga orang, dan Lombok Barat serta Sumbawa Barat masing-masing satu orang.

"Selain pasien sembuh, pada hari ini juga terdapat enam pasien kasus positif baru," terang Sekda NTB itu.

Baca juga: Untuk "merumahkan" warga, "jam malam" diberlakukan di Mataram-NTB
Baca juga: Gubernur-Kapolda NTB teken kesepakatan penanganan ketertiban umum


Ia menyatakan, enam pasien positif baru tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan 233 sampel yang dilakukan di tiga laboratorium, yakni RSUD Provinsi NTB, RS Universitas Mataram (Unram) dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. Hasilnya, 211 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan, dan enam sampel kasus baru positif COVID-19.

"Mereka ini berasal dari Kabupaten Lombok Timur dua orang, Kota Mataram dua orang dan Kabupaten Bima dua orang. Saat ini semuanya dalam kondisi baik," ucap Gita.

Menurutnya, dengan adanya tambahan enam kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif COVID-19 di NTB sebanyak 356 orang, dengan perincian 183 orang sudah sembuh, tujuh meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

"Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan COVID-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif," tegasnya.

Baca juga: Angka kesembuhan pasien COVID-19 NTB terus meningkat
Baca juga: Cegah penularan COVID-19, Wagub NTB bagikan masker kepada warga


Lebih lanjut, Gita mengatakan untuk populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), seperti Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG).

Sebanyak 1.030 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil reaktif 30 orang (2,9%), 1.753 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 100 orang (5,7%) reaktif, 3.272 PPTG dan OTG perjalanan Gowa, Makassar diperiksa dengan hasil 548 orang (16,7%%) reaktif, serta PPTG dan OTG perjalanan Bogor dan Jakarta diperiksa 838 orang dengan hasil 24 orang (2,9%) reaktif.

"Jadi semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegasan diagnosa COVID-19," katanya.

Baca juga: Tes cepat COVID-19 dilakukan Gugus Tugas di masjid Kota Mataram-NTB
Baca juga: NTB berlakukan sanksi tegas bagi warga yang tak kenakan masker
Baca juga: Pemprov NTB fungsikan asrama haji jadi rumah sakit darurat COVID-19