Jakarta (ANTARA News) - Juara bertahan ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan, serta ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir adalah dua pasangan yang paling berpeluang pada Kejuaraan Dunia bulutangkis 2009 di Hyderabad, India, 10 hingga 16 Agustus mendatang.

"Kalau melihat hasil pengundian pertandingan, peluangnya tetap ada pada ganda putra dan campuran," kata Ketua Bidang Pembinaan Prastasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Rabu.

Berdasarkan undian pertandingan, Lius memperkirakan, duakali juara ganda campuran (2005 dan 2007) Nova/Liliyana mestinya bisa mencapai final.

Nova/Liliyana yang menjadi unggulan kedua mendapat bye pada putaran pertama dan bertemu pasangan Belarus Aleksei Konakh/Alesia Zaitsava pada putaran kedua.

Selanjutnya, hingga perempatfinal mereka kemungkinan bertemu unggulan delapan dari India Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta, unggulan 12 Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuxzyk dari Polandia, dan unggulan 13 Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul dari Thailand.

Lawan berat yang kemungkinan mereka jumpai di semifinal adalah unggulan keempat He Hanbin/Yu Yang dari China.

"Tetapi berdasarkan catatan head to head, kami tidak pernah kalah dari pasangan China itu," kata Nova yang juga berharap dapat mencapai final.

"Namun jika melihat kondisi kami yang saat ini sedang menurun, berat juga. Tetapi saya sekarang sedang berlatih serius kembali terutama untuk memperkuat fisik, mudah-mudahan hasilnya bagus," tambahnya.

Liliyana menambahkan, saingan terberat pada ganda campuran adalah unggulan pertama Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung yang mengalahkan mereka di final Olimpiade, namun pasangan China Zheng Bo/Ma Jin juga harus diwaspadai.

Dua lawan berat itu baru akan dihadapi Nova/Liliyana jika mereka mencapai final.

Juara 2007, Kido/Hendra juga diuntungkan oleh undian yang terhindar dari pertemuan di awal dengan rival-rival terkuatnya, unggulan kedua Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia dan unggulan keempat asal Korea Jung Jae Sung/Lee Yong Dae.

Dua pasangan yang paling sulit dikalahkan Kido/Hendra itu berada pada paruh bawah undian sehingga baru akan bertemu di final jika berhasil mengalahkan lawan-lawan sebelumnya.

Namun, pelatih ganda putra Sigit Pamungkas mengingatkan, pasangan-pasangan yang berada pada paruh yang sama dengan seperti Fu Haifeng/Cai Yun (China), Mohd Zakri/Mohd Fairuzizuan (Malaysia) dan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama tidak bisa dianggap remeh.

"Karena menjelang kejuaraan dunia ini mereka tidak diam saja, pasti juga melakukan persiapan," kata Sigit yang menilai Kido berkurang motivasinya sejak mengalami cedera lutut.

Persiapan dua ganda putra lainnya, Bona Septano/Mohammad Ahsan dan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama sempat terganggu saat Yonatan dan Ahsan menderita sakit.

"Yonatan beberapa hari yang lalu tidak latihan karena sakit, sementara Ahsan tadi malam (Selasa malam) masuk rumah sakit karena mual dan muntah-muntah," ujar Lius menjelaskan.

Ahsan yang dihubungi terpisah mengaku sudah sembuh namun dokter belum memperbolehkannya meninggalkan rumah sakit. "Tadi malam mual dan pusing, sekarang sudah sembuh. Tapi belum boleh pulang sama dokternya," katanya.

Lius juga khawatir dengan persiapan pemain tunggal putra, finalis 2007 Sony Dwi Kuncoro tidak optimal karena terganggu persiapan pernikahannya yang akan berlangsung Sabtu (25/7) di Surabaya. Sejak 9 Juli lalu, kata Lius, Sony berlatih di klubnya, Suryanaga di Surabaya.

Selain mereka, Indonesia akan mengirimkan Simon Santoso, Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Greysia Polii/Nitya Krishinda, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, Devin Lahardi/Lita Nurlita dan pemain non pelatnas Taufik Hidayat.
(*)