Madiun (ANTARA News) - Jenazah Ayu Wulandari (21), korban mutilasi yang ditemukan di Magetan, Jatim dan Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu, Minggu, akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Jombang, Jatim.

Ambulans bernopol AE 8050 A milik RSUP dr. Sudono Madiun yang membawa jenazah Ayu terlihat meninggalkan instalasi kamar jenazah pada pukul 15.30 WIB tadi. Rombongan yang ikut mengiringi jenazah antara lain, dari pihak keluarga, perwakilan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Insan Cendekia Medika Jombang, teman-teman, perwakilan Polres Magetan, dan Polwil Madiun.

Sebelumnya, pihak keluarga yang didampingi oleh perwakilan STIKES terlihat datang ke RSUP dr. Sudono Madiun sekitar pukul 14.15 WIB. Setelah mengurusi seluruh berkas administrasi dan menandatangani berkas serah terima, jenazah Ayu dapat diambil keluarganya.

Ayah Ayu, Gati, yang ikut dalam rombongan perwakilan keluarga terlihat lemas. Hingga kini ia masih belum percaya jika Ayu telah tiada dalam keadaan tragis. Ia meminta kepada polisi untuk segera menindak tegas pelaku yang telah merenggut nyawa anaknya.

"Saya dan pihak keluarga berharap keadilan untuk Ayu. Saya ingin pelaku pembunuh dan pemutilasi tersebut dihukum yang seberat-beratnya. Kalau bisa ya hukuman mati," katanya di sela menunggu upcara serah terima jenazah dari rumah sakit ke keluarga.

Humas STIKES Insan Cendekia Medika Jombang, Widi, mengatakan, rencananya, jenazah Ayu setibanya di rumah duka akan langsung disholatkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

"Saat ini seluruh keluarga telah siap menerima kedatangan jenazah Ayu. Kami dari almamater Ayu akan terus memberikan dampingan kepada pihak keluarga. Kepergian Ayu yang tidak lazim ini telah membuat keluarga Ayu sanagt terpukul. Terlebih Ibunda Ayu, Sukini, yang mengalami stres berat," katanya.

Menurut Widi, kepastian identitas Ayu berhasil diketahui setelah perwakilan dari keluarga dan sekolah mendatangi pOlres Magetan dan Polwil Madiun untuk memastikan apakah dugaan keluarga jika korban benar Ayu, terbukti.

"Sebelumnya, kami curiga dengan segala benda seperti sandal dan jam tangan yang dilihatkan di koran yang sangat mirip dengan milik Ayu. Lalu kami mendatangi Polres Magetan dan Polwil Madiun untuk mengecek kepastiannya," terangnya.

Sebelumnya, pihak sekolah menerima laporan dari tempat magang Ayu, RSUD dr. Harjono Ponorogo, yang menyebutkan Ayu sudah tidak masuk selama beberapa hari. Pihak sekolahpun akhirnya melakuakn pencarian korabn di rumah. Namun dirumah, korban tidak dapat ditemukan. Bahkan pihak keluarga juga tidak mengetahui dimana keberadaan Ayu.

"Dari sinilah, penelusuran terus berkembang hingga akhirnya terungkap identitas Ayu Wulandari dan tersangka yang membunuh dan memutilasi ayu. Pihak sekolah Ayu akan terus memberikan dampingan kepada keluarga hingga proses sidang nanti. semua berharap pihak berwenang akan memberikan hukuman yang pantas buat tersangka," kata Widi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ayu Wulandari menjadi korban pembunuhan dengan mutilasi oleh teman magangnya sendiri, Gilang Maulana (22) warga Ponorogo. Gilang nekad menghabisi nyawa Ayu karena korban menolak berhubungan intim di kamar hotel nomor tiga di Hotel Pantes, Sarangan, Magetan, Kamis (9/7).

Tersangka Gilang akhirnya memutilasi jenazah Ayu dengan sembilan potongan dan dibuang di dua tempat, yakni di Magetan dan Yogyakarta lewat Bus Sumber Kencono. Kini tersangka telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum. (*)