Jambi (ANTARA) - Empat kelurahan di Kota Jambi terendam banjir akibat luapan dari air Sungai Batanghari yang terus meningkat.

“Sudah ada beberapa kepala keluarga yang dievakuasi, dan sebagian lainnya masih ada yang bertahan karena rumah mereka rumah panggung,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Jum’at.

Empat kelurahan yang terendam banjir tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Jambi Timur yang terendam adalah Kelurahan Kasang dan Sejenjang, di Kecamatan Telanai adlah Kelurahan Buluran Kenali dan di Kecamatan Danau Sipin adalah Kelurahan Legok.

Ketinggian air yang merendam pemukiman warga tersebut bervariasi, ada yang sudah mencapai tinggi pinggang orang dewasa dan ada yang baru mencapai lutut orang dewasa.

Meski demikian, ketinggian air diperkirakan akan terus meningkat dalam dua hari ke depan. Hal itu dikarenakan di hulu sungai air cukup tinggi. Meningkatnya debit air Sungai Batanghari di Kota Jambi merupakan air kiriman dari hulu sungai, seperti dari Kabupaten Merangin, Tebo dan Kabupaten Batanghari. Selain itu saat ini intensitas hujan juga masih tinggi.

“Saat ini ketinggian air berada di angka 14,6 meter, diperkirakan dua hari ke depan akan meningkat sekitar 50 centimeter karena di hulu sungai debit air masih tinggi,” kata Syarif Fasha.

Dengan ketinggian air saat ini, status Kota Jambi yakni siaga II bencana banjir. Jika ketinggian air mencapai 15 meter, maka Kota Jambi akan memasuki status siaga I Bencana Banjir.

Hingga saat ini sudah ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang dievakuasi ke tenda-tenda darurat karena rumah mereka terendam banjir. 14 KK tersebut diantaranya 9 KK di Kecamatan Jambi Timur, 3 KK di Kecamatan Telanai dan 2 KK di Kecamatan Pasar.

Syarif Fasa menginstruksikan kepada instansi terkait untuk memberikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang telah di evakuasi.

Seperti PDAM di instruksikan untuk menyediakan air bersih, Dinas Penyelamatan dan Dinas Sosial di instruksikan untuk memberikan sembako dan perlengkapan lain nya seeprti selimut. Serta Dinas Kesehatan di instruksikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga, jangan sampai ada warga yang kondisinya kesehatan-nya menurun karena ter-dampak banjir.