Jayapura (ANTARA News) - Penembakan oleh orang tidak dikenal di area operasional PT Freeport Indonesia di Papua pada Sabtu (11/7) diduga menggunakan peluru buatan PT. Pindad yang sudah dimodifikasi.

Direktur Reskrim Polda Papua Kombes Pol Bambang Rudi ketika dihubungi Senin mengakui, proyektil peluru yang ditemukan itu dibuat khusus dari baja dilapis bahan kuningan sehingga mudah menembus baja.

Polda Papua masih menyelidiki kasus ini.

Polisi masih menyidik tempat kejadian perkara baik di kawasan mile 53, mile 52 dan mile 51.

Menurut Direskrim Polda Papua, polisi sudah meminta keterangan tiga orang saksi yang juga korban dalam insiden pertama di mile 53 yang menewaskan salah seorang karyawan PT Freeport, Drew Nicholas Grant.

Ketiga saksi adalah Lia Madandan, Maju Pandjaitan, dan Luke Jon Biggs yang pada peristiwa naas itu berada dalam satu kendaraan dengan korban.

Ketiga saksi mengaku tidak melihat dengan jelas pelaku karena saat itu cuaca berkabut.

Insiden penembakan di tiga lokasi di area PT Freeport itu menewaskan tiga orang yakni Drew Nicholas Grant, Markus Rante Allo, dan Bripda Marson Patipulohi.
(*)