Lamongan (ANTARA News) - Petugas Kepolisian Resor Lamongan, Jawa Timur, terpaksa menembak Edy (39) yang terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor, lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap.

Edy warga Surabaya tergolek lemas di salah satu ruangan Rumah Sakit Dokter Soegiri Lamongan, salah satu dari kawanan sindikat pencurian kendaraan lintas kota ini ditembak kedua kakinya karena berusaha merebut senjata petugas saat hendak ditangkap.

Sementara istri Edy, Astuti, yang juga anggota sindikat, berhasil melarikan diri dan tengah diburu polisi.

Kapolres Lamongan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imam Suyuti, Minggu mengatakan, dalam penangkapan polisi sempat terlibat kejar-kejaran dengan pelaku di Jalur Pantura Lamongan.

"Petugas sudah melakukan tembakan peringatan ke udara, bahkan petugas sudah melakukan tembakan ke mobil yang mereka tumpangi, namun kawanan perampok tetap berusaha kabur, bukan malah menepikan kendaraanya, justru laju kendaraannya semakin cepat," katanya.

Kawanan curanmor itu berhasil dibekuk setiba di Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk ketika sedang terjadi kemacetan lalu lintas.

"Para pelaku keluar dari mobil dan melarikan diri, akhirnya petugas melumpuhkan tersangka dengan menembaknya karena berusaha merebut senjata petugas saat ditangkap," katanya.

Selain Edy, polisi juga menangkap Purwadi (37) yang berperan sebagai pengemudi, dan mengamankan sebuah mobil yang digunakan pra tersangka.

"Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap Astuti," katanya.

Menurut Kapolres berdasar catatan petugas, dalam satu bulan terakhir, pelaku telah mencuri kendaraan roda empat dan roda dua di tujuh tempat berbeda.
(*)