Jakarta (ANTARA) - Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp19,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan penarikan tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) selama periode Lebaran pada 4-25 Mei 2020.

"Jumlah tersebut turun 24 persen dibandingkan jumlah uang tunai yang disiapkan pada musim Lebaran tahun sebelumnya," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penurunan penyiapan dana alokasi itu karena bank BUMN ini melakukan efisiensi seiring kebijakan pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus corona jenis baru.

Dari jumlah itu, sebagian besar akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pengisian uang tunai di seluruh ATM Bank Mandiri yang mencapai sekitar Rp1,7 triliun per hari pada periode tersebut, sama dengan kebutuhan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu.

Bank pelat merah ini akan fokus menyediakan uang tunai di mesin ATM dibandingkan dengan kantor cabang dan mendorong pemanfaatan alat pembayaran nontunai dalam transaksi sehari-hari.

"Harapannya, tentu agar nasabah dapat memanfaatkan alat pembayaran daring Bank Mandiri dalam bertransaksi. Namun, jika memang membutuhkan uang tunai, nasabah dapat menarik di ATM dan tidak perlu ke cabang," imbuh Rully.

Pihaknya juga akan memastikan kesiapan jaringan teknologi informasi secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan transaksi yang dilakukan nasabah pada kanal pembayaran elektronik.

Manajemen, kata dia, juga membentuk tim pengawasan teknologi informasi yang siaga memastikan keandalan sistem.

Saat ini, lanjut Rully, pihaknya mendorong nasabah menggunakan layanan Mandiri Online menjadi kanal utama untuk akses layanan keuangan mulai transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, token PLN, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan Rp140 miliar bantu penanganan COVID-19
Baca juga: Ramadhan, Bank Mandiri sesuaikan jam layanan cabang