Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, menyebutkan nilai impor DKI Jakarta pada Februari 2020 sebesar 3,74 miliar dolar AS atau turun sebesar 30,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,37 miliar dolar AS.

Keterangan resmi dari laman BPS DKI Jakarta, Jumat, menyebutkan impor DKI Jakarta menurut sektor golongan bahan baku atau penolong yang menyumbang 67,74 persen atau sebesar 2,25 miliar dolar AS.

Baca juga: Kunjungan wisman ke DKI Jakarta Februari merosot 24,41 persen

Pada Februari didominasi oleh sektor konsumsi sebesar 0,42 miliar dolar AS atau sebesar 11,23 persen, pada sektor bahan modal sebesar 0,79 miliar dolar AS atau sebesar 21,02 persen.

"Total impor DKI Jakarta pada Februari 2020 sebesar 3,37 miliar dolar AS," tulis laporan itu.

Sedangkan nilai impor Februari dari lima negara asal ke DKI Jakarta ada yang mengalami kenaikan dan juga penurunan.

Baca juga: Bawang bombay picu inflasi Jakarta 0,33 persen

Tiongkok misalnya dengan nilai impor sebesar 1.849,54 juta dolar AS turun menjadi 686,11 juta dolar AS, sedangkan Jepang sebesar 737,33 juta dolar AS turun menjadi 697,23 juta dolar AS.

Thailand sebesar 436,40 juta dolar AS turun menjadi 434,54 juta dolar AS, Republik Korea sebesar 238,67 juta dolar AS turun menjadi 227,13 juta dolar AS dan Singapura sebesar 185,11 juta dolar AS naik menjadi 214,19 juta dolar AS.