Jakarta, (ANTARA News) - Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Antasari Azhar, sebagai tersangka meski belum diketahui motifnya dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Wahyono, di Jakarta, Senin, mengatakan, berdasarkan keterangan yang cukup, AA akan dilanjutkan pada pemeriksaan sebagai tersangka.

"Nanti akan kita tunggu bagaimana proses pemeriksaan," katanya.

Ketika ditanya wartawan mengenai motif pembunuhan tersebut, Kapolda menyatakan motif sampai sekarang masih didalami karena ada pemeriksaan.

"Itu (motif) didalami sekarang, karena ada pemeriksaan," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan status Antasari Azhar sebagai tersangka/saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT PRB, Nasrudin Zulkarnaen.

Pengumuman itu berdasarkan surat pemberitahuan dari kepolisian, sebagai acuan permohonan pengajuan cekal terhadap ketua KPK non aktif tersebut.

Kasus pembunuhan itu sendiri terjadi pada 14 Maret 2009, di Modernland, Tangerang, Banten dengan penembakan terhadap direktur PT PRB tersebut.

Kemudian, pihak kepolisian berhasil menangkap sembilan tersangka, diantaranya perwira menengah di kepolisian, WW.

Sebelumnya dilaporkan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Non Aktif, Antasari Azhar, Senin, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen.

Dengan didampingi pengacaranya, Antasari Azhar yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam tiba sekitar pukul 09.55 WIB di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Antasari Azhar enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus pembunuhan direktur PT PRB.(*)