Jakarta (ANTARA) - Airbnb akan menyediakan dana sebesar 250 juta dolar AS (Rp4 triliun) untuk membantu calon tuan rumah dari kehilangan uang karena mengembalikan dana tamu yang membatalkan perjalanan akibat pandemik virus corona.

Langkah itu muncul sebagai bentuk pesan damai untuk tuan rumah Airbnb yang terdampak keputusan Airbnb beberapa pekan lalu untuk memberi pengembalian uang secara penuh kepada tamu yang membatalkan pemesanan karena harus tinggal di rumah, seperti anjuran pemerintah.

Baca juga: Menteri Israel desak pemboikotan Airbnb, namun promosi Booking.com

Baca juga: Dua pemilik rumah Airbnb Singapura didenda ratusan juta


"Mohon dipahami keputusan ini bukan keputusan bisnis, tapi berdasarkan pada perlindungan kesehatan masyarakat,," kata salah satu pendiri Airbnb Brian Chesky.

"Walau saya yakin kami melakukan hal yang benar dalam memprioritaskan keamanan dan kesehatan, kami minta maaf kami membuat keputusan ini untuk tamu tanpa berkonsultasi dengan Anda, seperti yang harusnya dilakukan bersama mitra."

Airbnb akan membayar 25 persen dari uang yang seharusnya mereka dapat bila tamu yang memesan tempat antara 14 Maret dan 31 Mei membatalkan pesanan karena COVID-19.

Pelancong yang membatalkan pesanan Airbnb selama periode itu akan mendapatkan pengembalian dana secara utuh.

Airbnb juga membuat dana bantuan sebesar 10 juta dolar AS untuk "superhost" yang berpengalaman dan mendapat rating bagus yang butuh bantuan untuk membayar sewa atau hipotek karena dampak virus corona yang negatif untuk industri pariwisata.

Karyawan Airbnb awalnya mengumpulkan dana sejuta dolar AS, lalu dua pendirinya menyumbang sisa 9 juta dolar AS.

Airbnb juga menambah fitur ke dalam platform yang membuat orang bisa mengirim uang untuk mendukung tuan rumah yang kediamannya pernah mereka tinggali.

Baca juga: Rumah impian Barbie bisa disewa lewat Airbnb

Baca juga: Rumah Bella Swan "Twilight" disewakan di Airbnb

Baca juga: Asosiasi GM Hotel: Aturan Airbnb di Indonesia belum jelas