Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan tetap melayani penyemprotan disinfektan di hari libur Hari Raya Nyepi, Rabu dengan mengerahkan tenaga PPSU kelurahan dan Sudin Lingkungan Hidup serta Satpol PP guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, penyemprotan disinfektan dilakukan di 24 titik pada beberapa kelurahan seperti Ragunan, Warung Jati, Kuningan Barat, Pejaten Timur, Rawajati, Tebet Timur, Ciganjur, Penjaten Barat dan Cipete Selatan.

"Karena permintaan penyemprotan disinfektan di masyarakat sangat tinggi, kami coba mengakomodir, hari libur petugas tetap bekerja di lapangan menyemprotkan disinfektan," kata Isnawa.

Isnawa menyebutkan, penyemprotan disinfektan merupakan salah satu tugas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jakarta Selatan selain melakukan sosialisasi tentang pencegahan.

Baca juga: Kemendagri: Rapid test telah disebar ke puskesmas DKI Jakarta

Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh sejumlah pihak seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Sementara itu, penyemprotan disinfektan yang dilakukan di hari libur ini mengerahkan pasukan oranye Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Sudin Lingkungan Hidup dan kelurahan dibantu anggota Satpol PP.

"Kalau PMI fokus penyemprotan di fasilitas umum, sarana pendidikan, tempat ibadah dan perkantoran, petugas PPSU dikerahkan khusus untuk pemukiman di wilayah," kata Isnawa.

Isnawa menyebutkan, sejak wabah Virus Corona COVID-19 merebak dengan cepat, banyak masyarakat mengirimkan surat permintaan penyemprotan disinfektan, bahkan saat ini PMI memiliki 80 daftar tunggu permintaan penyemprotan.

Baca juga: Pemprov DKI perpanjang masa pembelajaran dari rumah dan tiadakan UN

Sementara itu, permintaan masyarakat belum terakomodir seluruhnya karena ketersediaan alat semprot, cairan disinfektan dan jumlah personel yang terbatas.

"Alhamdulillah, Selasa (24/3) kemarin kita dapat bantuan 65 alat semprot dari donatur yang hari ini telah kita salurkan ke 65 kelurahan yang ada di Jakarta Selatan," kata Isnawa.

Melalui bantuan ini, lanjut Isnawa, tiap-tiap kelurahan dapat mengakomodir permintaan warga untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya.

Penyemprotan disinfektan ini salah satu upaya dilakukan untuk mencegah percepatan penyebaran COVID-19 selain melakukan 'social distancing' atau 'physical distancing' dengan cara menjaga jarak, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik dan rajin mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: DKI siapkan skenario penanganan jika wabah COVID-19 alami lonjakan

Wilayah Jakarta Selatan termasuk wilayah paling tinggi jumlah kasus Virus Corona COVID-19 di DKI Jakarta.

Adapun jumlah kasus di wilayah DKI Jakarta sebanyak 463 kasus terkonfirmasi positif, 23 sembuh dan 31 meninggal dunia.

Sedangkan data nasional hingga 25 Maret 2020 adalah 790 kasus positif, 701 kasus masih dirawat, 31 sembuh dan 58 kasus meninggal.