Jakarta (ANTARA) - Sekitar delapan ton alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mendukung penanganan wabah COVID-19 tiba di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Indonesia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat bekerja sama dengan negara sahabat seperti Tiongkok menghadapi ancaman COVID-19.

“Ada 12 ton APD, (kerja sama seperti ini) akan dilaksanakan terus-menerus,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin.

Baca juga: Presiden perkuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Baca juga: Guru besar epidemiologi meninggal dunia, UI tunggu hasil laboratorium


Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dengan pemerintah Tiongkok.

Secara simbolis APD tersebut diserahkan oleh Menteri Pertahanan kepada Kapuskes TNI, Kepala RSPAD, Kepala RS Suyoto, Kapuskes Angkatan Darat, Kadiskes Angkatan Laut, dan Kadiskes Angkatan Udara.

Pesawat Hercules pengangkut APD tersebut tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 10.45 WIB. Total sebanyak 12 ton bantuan APD, namun baru 8 ton lebih APD yang sudah tiba di Indonesia.

Baca juga: Presiden Jokowi : 105 ribu APD segera didistribusikan
Baca juga: Forum Pemred minta Pemerintah cukupi APD tenaga medis sesuai standar


APD tersebut antara lain 7,2 ton Protective Clothing, 128 kg N95 Mask, 110 kg Disposable Gloves, 700 kg Disposable Mask, dan 775 kg Goggles.

Prabowo juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Tiongkok terkait kebutuhan bantuan Indonesia dalam menghadapi COVID-19. Ia mengaku sudah mengirimkan daftar kebutuhan tersebut kepada Menhan Tiongkok.

“Secara umum apa yang dibutuhkan RS, alat kesehatan, ventilator, rapid test, APD, tidak jauh dari itu kebutuhan pokok,” imbuhnya saat ditanya wartawan.

Baca juga: ACT Sumsel bantu tenaga medis garda terdepan COVID-19
Baca juga: Penanganan COVID-19, APD dan reagen PCR paling dibutuhkan