Makassar (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif memberi apresiasi kepada pemerintah dan Panitia Ijtima Jamaah Tabligh Asia 2020 yang sepakat membatalkan kegiatannya di Kompleks Darul Ulum, Dusun Niarannuang, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Karena melihat kepentingan yang lebih besar, keselamatan masyarakat, dengan kebesaran jiwa mau membatalkan acara. Mereka masih mau mendengar pemerintah, " kata Muzayyin di Makassar, Jumat.

Baca juga: Forkopimda Sulsel rancang kepulangan peserta Ijtima Zona Dunia
Baca juga: Wapres Ma'ruf apresiasi pembatalan Ijtima se-Asia karena COVID-19


Menurut dia, tentu bukan hal mudah, tetapi upaya untuk membatalkan ijtima menunjukkan loyalitas terhadap pemerintah dan solidaritas terhadap masyarakat masih ada, mengingat pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) rawan penularan di keramaian.

"Alhamdulillah, berakhir secara baik dan pihak jamaah mau mengikuti arahan yang disampaikan Gubernur Sulsel," ujar politisi PKS itu.

Pihaknya juga memberi apresiasi atas kesigapan pemerintah Sulsel. Kapolda Sulsel dan Pangdam IX Hasanuddin dan Bupati Gowa yang terus melakukan pendekatan dalam menangani kegiatan Ijtima tersebut.

"Pendekatan persuasif kepada panitia Ijtima membuahkan hasil yang maksimal sesuai harapan masyarakat Sulsel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," katanya

Selain itu Muzayyin mendukung upaya Pemprov Sulsel menangani kondisi kesehatan jamaah. Termasuk menyiapkan fasilitas untuk kembali ke daerah masing-masing. Sementara bagi jamaah dari luar Negeri dilakukan langkah isolasi di salah satu hotel.

Baca juga: Gubernur Sulsel apresiasi penundaan ijtima se-Asia terkait COVID-19

"Kita juga berharap ada kordinasi dengan Pemkab bagi jamaah yang berasal dari kabupaten kota di Sulsel," tambahnya.

Secara terpisah, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah saat konferensi pers di kediaman pribadinya, perumahan dosen Unhas Tamalanrea mengatakan terima kasih kepada seluruh jamaah yang masih mendengarkan pemerintah.

"Alhamdulillah, untuk kegiatan di Gowa, Ijtima Dunia Zona Asia, kami berterimakasih kepada seluruh jamaah mereka mau membubarkan diri," papar Nurdin kepada wartawan.

Untuk langkah selanjutnya, tambah mantan Bupati Bantaeng ini, seluruh Forkopimda telah berbagi tugas Kapolda Sulsel maupun Pangdam XIV Hasanuddin. Selain itu, disiapkan angkutan khusus jamaah asal Sulsel untuk dibawa kembali ke daerahnya masing-masing.

"Khusus di luar Sulsel kita menyiapkan tempat yang ramah, dan di daerah tertentu di bawah pengawasan Dinas Kesehatan untuk mengecek, termasuk jamaah dari luar negeri ditempatkan di salah satu hotel sebagai bagian dari isolasi," tambahnya.

Sebelumnya, ribuan jamaah tabligh akan menggelar Ijtima Dunia Zona Asia di daerah Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulsel 19-23 Maret 2020. Namun karena tidak memiliki ijin serta banyaknya desakan agar acara itu dibatalkan karena efek pencegahan COVID-19, maka akhirnya dibatalkan.

Sejumlah jamaah asal Sulsel dipulangkan ke daerah masing-masing setelah dilakukan pengecekan suhu tubuh, sedangkan peserta dari luar Sulsel sementara ditampung di Asrama Haji Sudiang, selanjutnya peserta dari luar Negeri ditempatkan di salah satu hotel Makassar.

Baca juga: Pangdam dan Kapolda siapkan angkutan peserta ijtima se-Asia
Baca juga: Pemkab Gowa pantau kesehatan Ijtima Asia
Baca juga: Polresta Banyumas mendata warga yang datangi Ijtima Dunia di Gowa