Jakarta (ANTARA) - Perawat pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan melakukan pendekatan psikologis terhadap pasien melalui sesi curahan hati (curhat).

"Emang kita suka curhatan berdua sama pasiennya jadi lebih deket gitu sama pasiennya," kata Perawat RSUP Persahabatan Wita Tamala saat wawancara dengan wartawan di RSUP Persahabatan, Pulogadung, Minggu.

Baca juga: Penjualan toko retail dibatasi di Jakarta cegah "panic buying"

Baca juga: COVID-19 jadi materi perdana pelajar Jaktim belajar di rumah

Baca juga: Anies pastikan persediaan pangan Jakarta aman


Menurut Wita obrolan yang dijalin seputar perjalanan pasien saat ke luar negeri dan interaksi mereka dengan warga negara asing.

"Ya tentang dia jalan-jalan ke Eropa, dia ketemu orang-orang itu gimana di sana," katanya.

Curhatan tersebut dirasa Wita efektif meminimalisasi ketakutan pasien terhadap dampak COVID-19 selama masa penyembuhan di ruang isolasi Pinere.

Perawat juga menanyakan seputar keluhan pasien dan domisili tinggal.

"Biasanya saya tanya kenapa bisa dapat keluhan seperti ini, dia jalan jalan kemana. Semua kita tanya ke pasien, dan pasiennya juga jawab dengan baik," katanya.

Pada awalnya Wita mengaku memiliki rasa takut menangani pasien COVID-19.

"Kalau dari saya sih teman-teman semua ada rasa takut, tapi kembali lagi kita kan seorang perawat yang merawat pasien jadi semua itu kita lakukan dengan rasa senang dan tenang," ujarnya.